Jemi Patabang Kunjungi Tiga Sekolah di Ilaga Puncak, Teguhkan Komitmen pada Dunia Pendidikan
Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Jemi Patabang kunjungan kerja ke sekolah di Ilaga, Kabupaten Puncak pada Selasa, 18 Maret 2025. Foto: Istimewa
Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Jemi Patabang kunjungan kerja ke sekolah di Ilaga, Kabupaten Puncak pada Selasa, 18 Maret 2025. Foto: Istimewa

Papua60detik - Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Jemi Patabang meneguhkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan kunjungan kerja ke beberapa sekolah di Ilaga, Kabupaten Puncak pada Selasa, 18 Maret 2025.

Kunjungan ini mencerminkan semangat juang untuk memastikan cahaya ilmu tidak padam meski dihadapkan pada berbagai tantangan. Kehadiran Jemi Patabang bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah yang masih menghadapi tantangan berat.

Beberapa sekolah yang dikunjungi dalam rangkaian kerja ini antara lain SD Inpres Kago, Sekolah Paket-SMP Karmel dan Sekolah Teologi Pertama (STP) Gibons Ilaga. Pada kunjungan kerjanya, Jemi Patabang membagikan perlengkapan alat belajar siswa seperti buku tulis,pulpen,pensil, penghapus. 

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menemukan situasi SD Inpres Kago, yang kini harus menampung siswa dari empat sekolah dasar lainnya di Kabupaten Puncak. Hal ini terjadi akibat adanya intimidasi dan ancaman terhadap para tenaga pendidik yang mengajar di empat sekolah tersebut. Kondisi ini telah berlangsung hampir satu dekade, menciptakan ketakutan bagi para guru sehingga mereka memilih untuk tidak mengajar di tempat tugasnya. Siswa di SD Inpres Kago saat ini berjumlah 350 siswa dan mereka kekurangan ruang kelas belajar.


Sekolah Paket Karmel sendiri merupakan inisiatif dari Ibu Marisa, seorang tenaga pendidik yang secara sukarela mengabdikan dirinya tanpa bayaran untuk mendirikan sekolah tersebut. Sekolah ini tidak dibiayai oleh pemerintah daerah maupun dari pihak manapun, tetapi tetap beroperasi demi memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. 

Kata Jemi, dedikasi seperti ini menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, masih ada sosok-sosok yang rela berkorban demi masa depan generasi penerus.

Menanggapi situasi tersebut, Jemi Patabang menyampaikan keprihatinan mendalam. 

“Pendidikan adalah pilar utama bagi masa depan generasi kita. Jika tenaga pendidik tidak merasa aman dalam menjalankan tugasnya, maka kita sedang menghadapi ancaman serius terhadap pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah,” kata Jemi Patabang dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/3/2025).

Menurutnya, pendidikan adalah lentera yang menerangi jalan menuju peradaban. Ketika lentera itu redup karena ancaman dan ketakutan, maka masa depan anak-anak bangsa pun berada dalam kegelapan. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari berbagai pihak, terutama aparat keamanan TNI-Polri, untuk memberikan jaminan keselamatan bagi para tenaga pendidik agar mereka dapat kembali mengabdi tanpa rasa was-was.

“Kita tidak boleh menyerah pada ketakutan. Kita harus berani berdiri di garis depan untuk melindungi hak anak-anak kita dalam memperoleh pendidikan yang layak,” tambahnya.

Kunjungannya ini menjadi momentum kembali menegaskan bahwa di tengah badai tantangan, cahaya pendidikan harus tetap bersinar. Perjalanan masih panjang, tetapi langkah awal telah diambil. Kini, harapan tertumpu pada tindakan nyata yang dapat menjamin bahwa setiap anak di Papua Tengah mendapatkan haknya belajar dengan aman dan nyaman. (Burhan)