Judi Marak, Uskup Merauke Sentil Peran Polisi
Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik - Tokoh agama di Merauke, Papua kembali menyikapi persoalan perjudian, termasuk toto gelap (togel) yang kian bebas diperjualbelikan di wilayah tersebut. 

Sebelumnya, Ustad Wawan Gunawan mendesak kepolisian setempat untuk memberantas berbagai bentuk perjudian di Merauke. 

Kali ini, kritik disampaikan pemimpin Katolik di selatan Papua, Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC. 

Uskup Mandagi menyentil peran polisi selaku intansi berwenang yang memberantas perjudian, karena terkesan membiarkan penyakit sosial itu tumbuh menjamur. 

"Maraknya togel di Merauke ini di kontrol oleh Polisi tidak? Seperti dibiarkan, atau jangan-jangan polisi juga dapat keuntungan dari situ, sehingga itu dibiarkan," tanya Uskup, Rabu (9/3/2022) kemarin. 

Uskup Mandagi menganggap kesan pembiaran togel di Merauke dikarenakan jenis perjudian terorganisir dan ada yang 'bermain' di baliknya. 

"Saya akan telpon Kapolda supaya ini menjadi atensi. Penyakit seperti ini bisa menimbulkan pertikaian," tuturnya

Kepada umat Katolik, Uskup Mandagi berpesan agar menghentikan kebiasaan berjudi, termasuk togel. Penyakit sosial ini baginya hanya menimbulkan penderitaan individu dan keluarga. 

"Untuk umat Katolik saya minta untuk stop dengan judi togel dan berbagai judi lainnya. Ini masa pra Paskah, waktunya untuk beribadah, berpuasa, berpantang dan merefleksikan diri," pintanya. (Eman Riberu)