JWW Tuntut Tanggung Jawab Pemkab Soal Infrastruktur Dasar di Perkampungan Tembagapura
Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengunjungi warga di perkampungan Tembagapura. Foto: istimewa
Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengunjungi warga di perkampungan Tembagapura. Foto: istimewa

Papua60detik - Wakil Menteri PUPR, John Wempi Wetipo baru saja meninjau langsung perkampungan di Distrik Tembagapura. Ia didampingi Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitawak Distrik Tembagapura belum lama dihuni kembali pasca warganya mengungsi Maret tahun lalu karena gangguan keamanan.

John membeberkan, di tiga kampung itu banyak fasilitas dan infrastruktur penting yang rusak, seperti sekolah, sarana pelayanan kesehatan masyarakat dan rumah warga.

"Saya sebenarnya hadir ini sebagai orang Papua ingin membantu mendorong pembangunan kembali di sana, yang sebenarnya tugas Pemkab Mimika. Makanya kemarin saya ajak wakil Bupati untuk mengunjungi lokasi," ungkapnya saat ditemui wartawan di Hotel Rimba Papua, Jumat (12/2/2021)

Urusan hak dan fasilitas dasar hidup warga di Tembagapura adalah tanggung jawab pemerintah. Pihak lain, misalnya PTFI  kata JWW, sifatnya hanya membantu.

"Karena yang punya rakyat itu kan pemerintah daerah, bicara soal manajemen Vice President PTFI ini kan tidak dipilih oleh rakyat, yang dipilih kan Bupati dan Wakil Bupati," ungkapnya.

John mengaku, Kementerian PUPR sebenarnya dapat membantu pada pembangunan infrastruktur dasar. Tetapi ia tidak dapat melakukannya karena menunggu permintaan resmi dari Pemkab Mimika.

"Karena mereka yang punya rakyat," katanya.

Rencananya setelah melakukan kunjungan, ia akan duduk bersama dengan PTFI dan Pemkab Mimika mendiskusikan langkah menangani permasalahan di Tembagapura. Hanya saja, perlu komitmen dan kerja sama antar keduanya.

"Pembangunan ini adalah bentuk sinergitas, bukan seolah-olah semua menjadi kewajiban dan tanggung jawab PTFI," tegasnya.

Sementara itu Direktur PTFI, Claus Wamafma mengatakan, akan terus memberi dukungan bagi masyarakat dan pembangunan di Banti.

 "Kita ingin sama-sama dengan pemerintah, untuk bisa bekerja sama dalam mencari solusi terbaik untuk masyarakat ke depan," ujarnya.

Ia pun menyayangkan apa yang telah terjadi di Banti. Kejadian pada 2020 lalu itu, kata Claus merupakan yang kedua kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. (Fachruddin Aji)