Kasus Penembakan Pomako, Polisi: Kita Join Investigasi
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto. Dok/Papua60detik
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto. Dok/Papua60detik

Papua60detik - Sampai saat ini kasus penembakan warga di Poumako yang diduga oknum aparat keamanan masih di tahap penyelidikan.

Meski telah dilakukan olah TKP oleh Satreskrim Polres Mimika dan dilihat langsung Subden POM AD Timika Kodam Cenderawasih XVII, belum diketahui identitas pelaku. Polisi  menemukan selongsong peluru saat olah TKP itu.

"Kita masih koordinasi join investigasi dengan Subdenpom. Memang ada indikasi ke teman-teman. Cuma kita join investigasi," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto, Selasa (6/4/2021).

Diketahui, seorang warga berinisial AB mengalami luka tembak dibagian rusuk kiri tembus belakang. Diduga pelaku merupakan oknum aparat keamanan.

Meski belum menerima aduan maupun laporan polisi terkait kasus tersebut, Hermanto menyebut hal itu merupakan langkah awal kepolisian dalam melakukan penanganan.

Apabila ada perkembangan atas penyelidikan yang tengah dilakukan pihak POM AD, maka pihaknya akan menyerahkan hasil dari olah TKP tersebut.

Terkait hal tersebut, Dansubdenpom XVII Cenderawasih Timika, Kapten Cpm Joko Hermawan sampai saat ini belum memberikan konfirmasi.

Dansubdenpom XVII Cenderawasih Timika, Kapten Cpm Joko Hermawan saat dihubungi papua60detik melalui sambungan telepon, Kamis malam, belum memberikan konfirmasi.

Tapi sebelumnya, Joko Hermawan mengaku bahwa masih mengumpulkan barang bukti serta saksi guna memastikan siapa pelaku penembakan. Bukti kuat jadi dasar meningkatkan kasus ini ke tingkat penyidikan.

Penyelidikan dilakukan dengan menggali dari sumber-sumber yang berkaitan dengan yang dibutuhkan dengan berkordinasi Satreskrim Polres Mimika dan Kapolsek KP3.

"Kami belum bisa menyimpulkan. Karena untuk jenis peluru itu senjata kaliber 5,56 dan itu ada di kesatuan kepolisian dan juga ada di kesatuan TNI. Kita tetap menggunakan praduga tak bersalah, naum dalam menyampaikan data itu tentunya harus akurat. Intinya kami masih menggali," ujarnya. (Salmawati Bakri)