Kasus Stunting Mimika Makin Turun, Dinkes Tambah 40 Lokus Baru
Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra saat memaparkan materi stunting, Kamis (11/8/2022) di Hotel Horison Diana.   Foto: Dok/ Papua60detik
Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra saat memaparkan materi stunting, Kamis (11/8/2022) di Hotel Horison Diana. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik- Tren kasus stunting di Kabupaten Mimika di tahun 2022 ini perlahan mengalami penurunan. 

Data Dinkes Mimika menunjukkan, dari tahun 2018 ke 2020 stunting hanya turun 3,3 persen. Tapi dari  2020 hingga 20 Juli 2022 ini penurunannya mencapai 5,4 persen.

Terus menekan angka stunting, Dinkes bersama semua lintas sektor akan menambah 40 wilayah lokus kelurahan dan kampung menjadi 50 lokus pada wilayah dengan kasus stunting diatas 14 persen. Dan di tahun 2023 nanti akan kembali ditambah 4 lokus baru menjadi 54 lokus. 

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra dalam rembuk penurunan stunting ke tiga, Kamis (11/8/2022) menjelaskan laju penurunan stunting akan terus terjadi jika empat upaya dan kebijakan berikut dilakukan. Pertama, lima pilar percepatan pencegahan stunting dilakukan yakni komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan perubahan perilaku, konvergensi program pusat dan desa, ketahanan pangan dan gizi, dan pemantauan dan evaluasi.

Kedua, memenuhi kebutuhan gizi. Baik gizi spesifik seperti tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja, promosi dan konseling menyusui, suplementasi vitamin A, suplemen zink untuk diare, pemeriksaan kehamilan. Sementara untuk  gizi sensitif yang harus dipenuhi yakni air bersih dan sanitasi, pendidikan anak usia dini, bina keluarga balita, fortifikasi pangan, dan lain sebagainya.

Ketiga, peningkatan cakupan intervensi pada sasaran 1.000 hari pertama kelahiran seperti konsumsi gizi, pola asuh, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan.

Keempat, perbaikan asupan gizi bagi penderita  anemia, berat badan lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, diare, kecacingan dan gizi buruk. 

“Ketika ini dilakukan maka prevalensi stunting pasti turun. Ini butuh kerja sama lintas sektor dengan melakukan kolaborasi program supaya memberikan dampak yang baik bagi pencapaian percepatan penurun stunting di Mimika,” tuturnya. (Burhan)