Kebanjiran, Petani Sayur Naena Muktipura Merugi Ratusan Juta
Papua60detik - Hujan terus mengguyur Timika, Kabupaten Mimika beberapa hari ini. Akibatnya sebagian lahan pertanian dan sayuran milik masyarakat terendam air.
Misal di Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, hampir seluruh lahan petani di sana kebanjiran. Para petani terancam gagal menanam.
"Musim hujan begini kadang habis semprot tanaman tiba-tiba turun hujan. Ini juga yang menyebabkan petani gagal soalnya obatnya langsung luntur terbawa air hujan," ujar Kepala Kampung Naena Muktipura, Lalu Sukri Rahman, Kamis (8/8/2024).
Masyarakat Kampung Naena Muktipura sendiri mayoritas bekerja sebagai petani, sedikitnya sekitar 400 petani. Saat ini mereka hanya bergantung pada hasil tanaman yang masih bisa diselamatkan.
Hasil sayuran dari petani Naena Muktipura sendiri rata-rata dibawa ke Pasar Sentral. Kata Sukri saat ini harga sayuran relatif mahal. Cabai rawit dari petani di sana tembus Rp100 ribu per kilogram.
"Untuk harga memang masih lumayan bagus, hanya saja banyak petani yang gagal karena hujan terus," katanya.
Akibat curah hujan tinggi, cabai biasa jamuran. Akhirnya petani memanen saat cabai masih muda atau hijau.
Tanaman pare, terong dan beberapa komoditas lainnya tergenang air. Daunnya menjadi kuning bahkan sudah membusuk.
"Faktor hujan ini yang menyebabkan tanaman rusak, hama tidak bisa mati karena pas semprot habis itu hujan. Terus yang baru mau tanam takut gagal karena kondisi cuaca," katanya.
Kata Sukri, jika kerugian petani bisa mencapai ratusan juta.
"Kasihan petani kalau hujan begini, jadi serba salah pada akhirnya petani merugi," pungkas pria yang juga berprofesi sebagai petani itu. (Eka)