Kecewa Tak Bisa Masuk GOR Futsal, Warga Nyanyi 'Buka Pintu' Sampai Lempar Batu
Papua60detik - Aksi protes lempar batu di luar GOR Futsal sempat mewarnai pertandingan final antara Papua melawan Jawa Barat, Minggu (3/10/2021).
Aksi itu sebagai protes penonton yang tidak bisa masuk ke dalam GOR menyaksikan tim andalan mereka bertanding.
Mereka merasa sudah dijanjikan petugas bakal diperbolehkan masuk ke dalam GOR. Dan ratusan calon suporter itu bersabar menunggu meski diguyur hujan.
Giliran laga final Papua lawan Jawa Barat, petugas mengatakan, GOR futsal sudah penuh.
"Mohon maaf. Di dalam sudah penuh," ujar Kabag Ops Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan kepada masyarakat.
Penyampaian itu kemudian ditanggapi masyarakat dengan penuh kecewa.
"Dari tadi kami disuruh menunggu. Bersabar, dan dijanjikan. Tapi kenapa tidak bisa?," keluh masyarakat dalam kondisi basah.
Nyanyian kekecewaan pun dilantunkan, "buka, buka, buka pintunya. Papua ada main. Pak Polisi tolong," nyanyi warga.
"Bisa nonton di videotron. Daripada di sini tidak menonton sama sekali. Tolong kita sama-sama menghargai. Sekali lagi saya tidak ingin ada benturan di sini. Tolong pengertiannya," kata Dansektor Mimika Ops Deraku Cartenz PON XX Kompol I Gede Putra.
Selang beberapa waktu, aparat keamanan berhasil menenangkan massa.
Situasi saat ini kembali kondusif. Pertandingan final futsal Papua melawan Jawa barat berlangsung aman.
Khusus laga final ini panitia sebenarnya sudah mengantisipasi bakal membludaknya penonton. Peniatia menyiapkan tayangan live via videotron di empat lokasi, Pasar Sentral, Bundaran Timika Indah, Pasar Lama dan di Kantor Bupati Mimika SP3. (Salmawati Bakri)