Keluhan Soal Mudik Masih Sama, Harga Tiket Pesawat Mahal
Suasana di Bandara Mozes Kilangin Kabupaten Mimika, Kamis (04/24/2024). Foto: Martha/ Papua60detik
Suasana di Bandara Mozes Kilangin Kabupaten Mimika, Kamis (04/24/2024). Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Mudik tahun ini masih tetap dengan keluhan yang sama oleh masyarakat, yaitu masalah harga tiket yang kurang bersahabat.

Mahalnya harga tiket turut dirasakan beberapa pelanggan yang hari ini, Kamis (04/24/2024) melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi udara. 

Ahmad, penumpang tujuan Kalimantan mengaku sudah memesan tiket satu bulan sebelum jadwal keberangkatan. Menurutnya, itu sangat membantu dan menghindarinya dari harga tiket yang lebih mahal. 

"Tahun lalu saya pesan mepet waktu, Makassar ke Kalimantan itu harga tiketnya Rp2,9 juta. Sekarang saya dapat Rp625 ribu. Jauhkan bedanya?" ungkap Ahmad saat diwawancarai sebelum berangkat, 

Sebagai seorang karyawan, Ahmad bersyukur karena perusahaan tempatnya bekerja memfasilitasi tiket dari Timika sampai Makassar. Walaupun begitu, dia tetap berharap supaya ada perhatian dari pemerintah mengenai mahalnya harga tiket khususnya wilayah Papua. 

Dia meminta pemerintah sebaiknya mempelajari tentang masalah yang dihadapi orang yang tinggal di Papua. Mungkin sebagian orang berpikir kalau orang yang naik pesawat ini adalah orang berada. 

Bahkan, secara tidak langsung orang yang tinggal di Papua itu dilabeli sebagai orang yang memiliki penghasilan tinggi. Padahal, jika ditelusuri, banyak perantau yang bekerja sebagai kuli bangunan, memikirkan keluarga, dan kehidupan sehari-hari. Urusan tiket mungkin menjadi hal yang ke sekian. 

"Jadi hal-hal seperti ini yang kurang diketahui banyak orang atau pemerintah juga tidak tahu. Kalau harga tiket dikasih miring sedikit masyarakat pasti akan senang," terangnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwi, penumpang pesawat Sriwijaya Air tujuan Surabaya. Dia mengatakan momen lebaran sekali setahun apa salahnya jika diberi kesempatan kepada masyarakat untuk mudik dengan harga tiket murah.

"Saya sendiri yang berangkat. Keluarga yang lain tidak. Soalnya tiket saya seorang Rp4,2 juta. Kami ada lima, kalau berangkat semua berarti kita harus siapkan uang minimal Rp30 juta karena kita harus memikirkan biaya di sana juga?" kata Dwi.

Berbeda dengan Ahmad, Dwi tidak mendapat fasilitas tiket gratis dari  perusahaan di mana dia bekerja. Sehingga dia sungguh-sungguh mengharapkan perhatian pemerintah untuk menurunkan harga tiket supaya tahun depan dia bisa mudik bersama keluarganya. 

Dari sekian penumpang yang diwawancarai, umumnya mereka mengeluhkan harga tiket.

Saat ini, untuk menghindari mahalnya tiket, masyarakat yang hendak mudik melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari, rajin cek informasi harga tiket karena harga tiket sering berubah-ubah. (Martha)