Kenapa Pendonor Darah dari OAP Masih Minim? Ini Penjelasan Ketua PMI Papua
Ketua PMI Papua, Zakius Degei bersama Ketua PMI Mimika, Yohannes Rettob menyampaikan keterangan kepada wartawan. Foto: Burhan/ Papua60detik
Ketua PMI Papua, Zakius Degei bersama Ketua PMI Mimika, Yohannes Rettob menyampaikan keterangan kepada wartawan. Foto: Burhan/ Papua60detik

Papua60detik- Kebutuhan darah di Provinsi Papua tergolong tinggi. Di Kota Jayapura misalnya, Palang Merah Indonesia (PMI) mencatat setidaknya ada 50 lebih kantong darah yang dibutuhkan rumah sakit setiap hari.

Meski banyak, namun sejauh ini kebutuhan darah selalu terpenuhi. Tapi untuk golongan darah tertentu masih harus didatangkan dari Makassar.

Ketua PMI Papua, Zakius Degei mengungkapkan kebutuhan darah di Papua 80 persennya berasal dari masyarakat pendatang, khususnya TNI-Polri. Pendonor dar Orang Asli Papua (OAP) katanya masih sangat minim. 

Menurutnya salah satu alasan kurangnya pendonor OAP adalah kurangnya sosialisasi tentang manfaat mendonorkan darah bagi kesehatan.

Ia mencontohkan dirinya yang menderita kolesterol, namun karena rutin donor darah sehingga kadar kolesterol dalam tubuhnya semakin menurun.

“Jadi ini yang harus kita sosialisasikan. Mendonorkan darah itu bukan justru membuat kita sakit tetapi menyehatkan kita juga. Selain menolong orang, tubuh kita juga dapat manfaat,” tuturnya saat ditemui di Timika, Senin (8/8/2022)..

Ia mengatakan hal pertama yang harus dilakukan pengurus PMI Mimika yang kini dinakhodai Wakil Bupati, Johannes Rettob adalah sosialisasi agar lebih banyak orang yang menyumbang darah di Mimika, khususnya OAP. (Burhan)