Kolaborasi Pemkab Mimika & PTFI Hadirkan Air Bersih Bawa Perubahan Nyata bagi Warga
Papua60detik - Program penyediaan air bersih hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI) membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.
Tidak hanya memudahkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari, kehadiran air bersih juga meningkatkan kualitas kesehatan dan mengurangi beban warga yang selama bertahun-tahun harus berjuang mendapatkan air bersih.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 14.000 sambungan rumah. PTFI dan Pemkab Mimika terus berupaya untuk menambah sambungan hingga mencapai target 50.000 sambungan rumah pada 2027.
Kini masyarakat dapat menikmati layanan air bersih dengan mudah. Salah satu warga di Kampung Karya Kencana di Jalan Trans Nabire, Yokinus Murib, mengenang ketika keluarganya masih mengandalkan air kali yang keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Katanya, mulai dari masa kecilnya, warga setempat sangat susah mendapatkan air.
"Dari 2006 saya masih SD bersama teman-teman saya, masih kecil-kecil waktu itu, kami pakai air kali. Airnya dari arah Kuala. Kadang kami tidak tahu mereka mandi di atas, lalu kami di bawah pakai minum, dan kami pakai mandi juga," kata Yokinus Murib saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Ia mengakui, keadaan berubah ketika air bersih masuk, apalagi saat ini mereka bebas menggunakan air tanpa dikenai biaya. Air mengalir lancar pagi dan sore sesuai jamnya, tinggal putar keran.
"Kami sangat bersyukur karena air sudah masuk. Airnya bersih dan sehat, kami tidak pernah sakit memakainya, airnya juga tidak ada limbah," tambahnya.
Hal yang sama disampaikan Yanes Gwijangge, warga Kampung Karya Kencana, Jalan Mayon. Katanya, dulu sebelum ada air bersih, warga hanya mengandalkan air dari kali yang tidak jernih. Mereka juga harus bersusah payah mendapatkannya.
"Dulu waktu ambil air, kita isi di jeriken lalu angkat ke rumah. Sekarang air bersih sudah masuk ke rumah-rumah, tidak perlu lagi jauh-jauh ambil air. Kami sehat, Anak-anak juga," ucapnya.
Perubahan serupa juga dirasakan Hana dan keluarganya, Warga SP3 Kampung Jimbi. Ia menceritakan bagaimana susahnya mendapatkan air. Mereka harus berjalan jauh-jauh masukim hutan untuk mendapatkan air dari mata air langsung.
Kini setelah air bersih masuk, kebutuhan sehari-hari pun semakin mudah dan pekerjaan semakin ringan.
"Dulu setengah mati ambil air. Kita harus pergi cari air jauh-jauh ke hutan. Kadang pergi pagi, kadang juga siang. Air kita isi di jeriken lalu bawa. Sekarang tidak lagi. Sudah ada air bersih, kita tinggal tampung," terangnya.
Sementara bagi Suliyah warga SP2 jalan Srikaya, program air bersih menolongnya di saat yang tepat. Selama puluhan tahun, mereka bergantung pada air sumur yang mulai mengering. Mereka juga sempat menggali sumur baru karena semakin sulitnya mendapat air.
"Kami pakai sumur bor sejak tahun 1987. Tapi akhir-akhir ini airnya mulai mengering, kami juga berencana menggali sumur baru. Tetapi setelah Pemda dan PTFI membangun air bersih, rencana itu pun tidak jadi," ucapnya.
Menurut Suliyah dan penerima manfaat lainnya, program air bersih sangat membantu memebuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Warga pun berharap program ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
"Air sekarang terus mengalir. Kami sangat senang karena sudah dibantu. Terima kasih kepada PTFI dan pemerintah. Semoga program ini terus berjalan lancar sehingga masyarakat terus merasakan manfaatnya," kata Suliyah mewakili masyarakat penerima manfaat. (Martha)