Pelajar-Mahasiswa Intan Jaya Demonstrasi di Nabire, Tuntut Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran HAM
Massa unjuk rasa GPMI-I menuju ke kantor DPR Papua Tengah di Nabire. Foto: Elia Douw/Papua60detik
Massa unjuk rasa GPMI-I menuju ke kantor DPR Papua Tengah di Nabire. Foto: Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia GPMI-I menggelar aksi demontrasi di Nabire Papua Tengah, Kamis (23/6/2026).

GPMI-I membawa dua tuntutan utama, yakni meminta pemerintah segera mengusut tuntas berbagai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Kemudian dialog langsung antara mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat Intan Jaya dengan pemerintah pusat.

Demonstran menuntut pengusutan tuntas atas kasus Soanggama berdarah, penembakan terhadap seorang ibu hamil, pembunuhan seorang gembala gereja, serta sejumlah dugaan pelanggaran HAM lainnya. 

Massa mendesak kasus-kasus tersebut ditangani secara transparan dan memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi para korban. 

Pantauan di lapangan, massa demontrasi bergerak dari lima titik kumpul dengan membawa poster berbagai tuntutan, antara lain bertuliskan, Intan Jaya krisis kemanusiaan, mama melahirkan bukan untuk membunuh, stop kekerasan terhadap warga sipil, segera adili pelaku pembunuhan terhadap ibu hamil 7 bulan di Intan Jaya, dan sejumlah poster lainnya. 

Hingga berita ini di turunkan, ribuan massa aksi bergerak menuju ke kantor DPR Papua Tengah dengan pengawalan  aparat keamanan. (Elia Douw)