Pelajar-Mahasiswa Intan Jaya Demonstrasi di Nabire, ini Dua Tuntutannya
GPMI-I menyerahkan aspirasi kepada DPR Papua Tengah di halaman kantor DPR di jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Kamis (23/7/2026). Foto: Elia Douw/Papua60detik
GPMI-I menyerahkan aspirasi kepada DPR Papua Tengah di halaman kantor DPR di jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Kamis (23/7/2026). Foto: Elia Douw/Papua60detik

Papua60detik - Aspirasi Gerakan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) yang demonstrasi di Nabire, Kamis (23/7/2026) akhirnya tersampaikan ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat DPR Provinsi Papua Tengah. 

Demonstran mendorong dua tuntutan utama. Pertama, mendesak pemerintah segera mengusut tuntas berbagai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Kabupaten Intan Jaya, di antaranya Soanggama berdarah, penembakan terhadap seorang ibu hamil dan anak yang dikandungnya, pembunuhan seorang gembala gereja, serta sejumlah dugaan pelanggaran HAM lainnya. 

GPMI-I mengingatkan, kasus-kasus tersebut harus ditangani secara transparan, menegakkan keadilan dan kepastian hukum bagi para korban. 

Tuntutan kedua, demonstran meminta pemerintah segera memfasilitasi dialog langsung antara mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat Intan Jaya dengan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertahanan. Dialog tersebut diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan di Intan Jaya. 

Wakil ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai yang menerima aspirasi mahasiswa berjanji bakal menindaklanjutinya  ke Jakarta.

Tapi ia mengingatkan, aspirasi sebelumnya yang mereka bawa ke DPR RI dalam hal ini ke Komisi l dan Komisi lll saja hingga kini belum dapat jawaban.  (Elia Douw)