Atasi Tambang Ilegal, Pemkot Jayapura Minta Dukungan Masyarakat Adat
Papua60detik - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua mengharapkan dukungan masyarakat adat untuk menjaga lingkungan dari aktivitas pertambangan ilegal.
"Aktivitas pendulangan emas masih terjadi di sejumlah lokasi di wilayah Kota Jayapura sehingga kami mengharapkan dukungan masyarakat adat untuk melindungi kawasan dari pertambangan ilegal demi melindungi lingkungan, mencegah bencana, dan menjamin keselamatan warga di masa mendatang," kata Wali Kota Jayapura Abisai Rollo di Jayapura, Rabu (22/7/2027) seperti dilansir ANTARA.
Dia menjelaskan pemerintah daerah bersama unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) berkomitmen untuk melakukan langkah guna mencegah dampak kerusakan lingkungan dan potensi bencana karena adanya aktivitas pertambangan ilegal.
"Aktivitas pendulangan emas, khususnya di kawasan pinggir jalan dan daerah rawan, harus segera dihentikan karena berpotensi merusak lingkungan serta mengancam keselamatan masyarakat," ujarnya.
Dia menjelaskan kerusakan lahan akibat aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko longsor dan bencana lainnya, terutama saat curah hujan tinggi.
Oleh karena itu, dia mengharapkan, masyarakat adat, para kepala kampung, pemilik hak ulayat tidak memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin mengambil atau mengolah tanah untuk kegiatan pendulangan emas.
"Jika kerusakan lingkungan terus terjadi, maka saat musim hujan datang, risiko longsor dan bencana akan berdampak langsung kepada masyarakat Kota Jayapura," katanya.
Pihaknya tidak menginginkan adanya aktivitas pendulangan emas di wilayah administrasi Kota Jayapura.
Oleh karena itu, katanya, koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, serta masyarakat akan terus dilakukan guna mencegah munculnya aktivitas penambangan emas ilegal.
"Unsur pemerintah dan aparat penegak hukum akan meningkatkan pengawasan terhadap kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pendulangan emas, sekaligus mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya. (Redaksi)