Kontrak Honorer Tunggu Evaluasi Bupati
Papua60detik - TP2D Mimika telah merampungkan validasi data honorer yang diusulkan OPD. Hasilnya, tersisa 2.989 nama.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika yang juga ketua TP2D, Michael R Gomar mengatakan jumlah sementara tersebut sudah termasuk tenaga kesehatan, guru, Amungme dan Kamoro, non Papua, dan Papua lainnya serta tenaga teknis.
"Sudah sesuai dengan rencana di akhir Agustus kami akan umumkan. Kan dari 2.989 jumlah tenaga honorer yang diusulkan, Bupati tentu akan ada penilaian lagi atau assessment kebutuhan honorer, yang juga disesuaikan dengan anggaran yang tersedia untuk pembayaran gaji dan hak-ak honorer," paparnya saat ditemui wartawan di Kantor Bappeda Mimika, Kamis (19/8/2021).
Dari 3.675 yang divalidsi, TP2D mengurangi sekitar 700-an nama karena dinyatakan tidak layak. Mereka yang dikeluarkan sebagian merupakan honorer baru diangkat, tidak ikut uji kompetensi.
"Ada yang baru bekerja kurang lebih 1 sampai 6 bulan, sehingga mereka yang dicut," kata Gomar.
TP2D kini masih menungg keputusan Bupati apakah pengumuman honorer dilakukan secara bertahap atau sekaligus.
"Kita akan menyesuaikan dengan kebutuhan anggaran yang tersedia di APBD untuk membayar hak-hak honorer seperti honorarium pegawai tidak tetap atau gaji, tunjangan tambahan penghasilan, dan uang makan," paparnya.
Tahun ini, durasi kontraknya hanya sampai Desember. Pimpinan OPD kembali mengevaluasi. Mereka yang lolos akan tanda tangani kontrak lagi pada 1 Januari 2022 untuk durasi satu tahun.
"Kalau tanda tangan dilaksanakan September berarti 4 bulan ke depan sampai 31 Desember saja durasinya. Dengan harapan ada evaluasi dari Pimpinan OPD terhadap kinerja mereka," jelasnya. (Fachruddin Aji)