Masih Ada Depot Air Yang Jual Rp10 Ribu Per Galon, Ini Alasannya
Papua60detik- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah memutuskan harga isi ulang turun menjadi Rp6 ribu per galon.
Harga tersebut diputuskan pada rapat Pemkab Mimika bersama Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum (Aspada) di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (17/10/2022) lalu.
Namun rupanya, keputusan itu rupanya tidak diterima oleh angggota Aspada.
Depot Air Hasanuddin, Ajat mengatakan, pihaknya menentukan harga per galon Rp8 ribu untuk warga yang datang dan membeli di depot. Sedangkan pengantaran langsung ke rumah dikenakan tarif Rp10 ribu. Tambahan Rp2 ribu merupakan ongkos pengantaran.
"Jadi satu galon itu kita jual harga Rp8 ribu, itu kalau warga ambil di depot, tetapi kalau antar sampai ke rumah kita kasih harga Rp10 ribu," sebut Ajat.
Ia mengatakan, pada akhirnya depot sepakat tak mengikuti harga yang diputuskan pemerintah. Masing-masing depot menentukan harga sendiri dengan berbagai pertimbangan, misalnya biaya operasional.
"Kita sebagai pengusaha hanya bekerja saja itu semua tergantung lagi dari masing-masing depot, yang penting dari Aspada sampaikan yang penting kita kompak," ungkapnya.
Ia menuding keputusan pemerintah tak masuk akal. Misalnya, ketika belum terjadi kenaikan harga BBM harga per galon diputuskan Rp7 ribu. Setelah kenaikan harga BBM, pemerintah malah menurunkan harga per galon jadi Rp6 ribu.
"Walaupun sudah ada kesepakatan Rp6 ribu tetap kami akan pakai harga Rp8 ribu, karena biaya operasional untuk bensinnya ini sudah naik," ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan akan mengecek kembali untuk memastikan harga tersebut.
"Jadi terkait dengan ada pengusaha depot air yang masih menjual air per galon rp10.000 nanti akan kita cek kembali," kata John Rettob, Senin (24/10/2022) (Faris)