Maulid Nabi di Kamoro Jaya: Empat Pesan Rasulullah untuk Umat
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung meriah di Masjid Jami’ Al-Muhajirin 1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (25/8/2026). Foto: Eka/Papua60detik
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung meriah di Masjid Jami’ Al-Muhajirin 1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (25/8/2026). Foto: Eka/Papua60detik

Papua60detik — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung meriah di Masjid Jami’ Al-Muhajirin 1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (25/8/2026).

Sejak pagi, masjid telah dipadati ratusan jemaah. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIT tersebut diawali dengan penampilan anak-anak TK dan SD.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini juga menjadi momentum pelantikan pengurus remaja masjid.

Nuansa peringatan semakin terasa dengan dekorasi khas Maulid. Area masjid dihiasi aneka makanan dan jajanan, mulai dari snack, pisang hingga telur rebus yang digantung rapi dan menjadi bagian dari tradisi kebersamaan jamaah.

Ketua DKM Masjid Jami’ Al-Muhajirin 1, Syarifudin, mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Dengan peringatan ini, kita bisa berkumpul, mempererat tali persaudaraan, serta meningkatkan rasa kecintaan dan keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Sementara itu, Habib Helmi bin Khalid Al-Kaff yang menjadi penceramah mengajak jemaah menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum semakin mengenal, mencintai dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

Ia mengatakan, berkumpul dalam majelis seperti peringatan Maulid juga merupakan bagian dari kebaikan yang memiliki nilai pahala.

“Sama-sama mempererat hubungan dan saling menghargai satu sama lain. Kita berkumpul seperti ini saja sudah mendatangkan pahala,” kata Habib Helmi dalam tausiahnya.

Menurutnya, meskipun umat Islam tidak dapat bertemu langsung dengan Rasulullah SAW, kecintaan kepadanya dapat diwujudkan dengan mempelajari kisah kehidupan, hadis dan ajaran yang telah disampaikan Rasulullah.

“Kalau kita tidak bisa berjumpa dengan Rasulullah, kita harus mendengar ceramah dan cerita kehidupan Rasulullah. Kalau kita tidak bisa bersalaman dengan Rasulullah, maka kita bisa mendengarkan hadis dan riwayat Nabi. Inilah fungsi perayaan Maulid Nabi,” tuturnya.

Habib Helmi menyampaikan empat pesan Rasulullah SAW yang penting untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

Menyebarkan salam dan kedamaian, dengan membangun hubungan yang baik serta menghindari permusuhan.

Memberi makan dan bersedekah, sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Mempererat tali silaturahmi, dengan menjaga hubungan persaudaraan dan saling menghargai.

Melaksanakan sholat malam, sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Eka)