Meti Kei Usai, Tifa Creative Pamit
Foto bersama Tifa Creative sekaligus pamit kembali ke Timika usai seminggu bersama dengan warga Ohoililir. Foto: Eka/Papua60detik
Foto bersama Tifa Creative sekaligus pamit kembali ke Timika usai seminggu bersama dengan warga Ohoililir. Foto: Eka/Papua60detik

Papua60detik – Setelah seminggu penuh warna di bumi Nuhu Evav, Tim Tifa Creative dari Timika, Papua Tengah, akhirnya pamit pulang. Mereka datang sebagai tamu, namun pulang membawa kenangan dan persaudaraan baru dari masyarakat Desa Ohoililir, Maluku Tenggara.

Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 berlangsung sejak 21 hingga 27 Oktober, menghadirkan ragam atraksi budaya dan pesona alam khas Kei. Dalam festival bertaraf nasional yang masuk daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) ini, Tifa Creative tampil dengan misi kolaborasi budaya timur: memperkuat sinergi antar daerah lewat seni dan kreativitas.

Selama lebih dari sepekan, tim asal Mimika ini memukau ribuan pengunjung lewat tarian-tarian khas Papua. Tak hanya tampil, Tifa Creative juga berbaur dengan masyarakat, tinggal di rumah warga, dan ikut merasakan keseharian di desa pesisir itu.

Pada malam terakhir, 1 November, suasana haru terasa di Ohoililir. Di bawah langit malam Kei yang tenang, tim Tifa Creative berpamitan dalam jamuan makan malam sederhana, diiringi musik dan canda tawa yang menutup kebersamaan mereka dengan hangat.

Pj. Kepala Desa Ohoililir, Yance Letsoin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran tim dari Papua tersebut.

"Selama kurang lebih seminggu, mereka sudah menjadi bagian dari kami. Kehadiran Tifa Creative membawa inspirasi dan semangat baru bagi desa kami, terutama dalam upaya menjadikan Ohoililir sebagai desa wisata,” ujarnya.

Ia pun berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut.

“Semoga kerja sama ini tidak berhenti di sini. Kami ingin tetap berkoordinasi di masa depan agar desa kami bisa lebih maju,” tambahnya. 

Sementara itu, Director Tifa Creative, Alfo Smith, mengungkapkan kesan mendalam terhadap keramahan warga.

“Dari semua tempat yang pernah kami kunjungi, Sumatera, Kalimantan,  Pedalaman Maluku, tetapi Ohoililir adalah yang paling berkesan. Desa ini bukan sekadar tempat singgah, tapi sudah jadi bagian dari hati kami,” ucap Alfo. 

Alfo bilang, Tifa datang membawa budaya dan pulang membawa cinta. (Eka)