Nabire Berstatus Darurat El Nino
Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah menetapkan status darurat El Nino dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap El Nino untuk menangani dampak kekeringan terhadap ketersediaan air bersih dan ketahanan pangan masyarakat.
Bupati Nabire Mesak Magai, mengatakan penetapan status tersebut menjadi dasar pemerintah daerah mengoordinasikan penanganan dampak kekeringan bersama perangkat daerah, TNI-Polri, Bulog, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Status darurat sudah kami tetapkan, status darurat El Nino. Dengan itu Pemkab Nabire telah membuat Satgas Tanggap El Nino,” katanya usai rapat koordinasi penanganan El Nino, Rabu (26/8/2026) seperti dilansir ANTARA.
Ia mengatakan, sebagai langkah antisipasi dampak El Nino pemerintah memetakan wilayah Nabire menjadi tiga zona berdasarkan karakteristik dan kerentanan masyarakat.
Zona pesisir dan kepulauan menjadi perhatian dalam menjaga pasokan pangan pokok seperti sagu, singkong, pisang, kelapa dan sukun karena sebagian masyarakat di wilayah tersebut tidak berkebun.
Sementara wilayah daratan perkotaan yang menjadi sentra sayuran, cabai, tomat dan bawang diantisipasi mengalami penurunan produksi akibat kekurangan curah hujan.
Untuk wilayah pegunungan seperti Distrik Uwapa, Siriwo, Dipa dan Menou, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap tanaman ubi dan betatas yang rentan terdampak kekeringan.
Pemkab Nabire juga menyiapkan distribusi air bersih melalui kerja sama dengan TNI dan Polri, terutama ke wilayah yang mengalami kekeringan parah seperti Nabire Barat.
Selain distribusi air menggunakan truk tangki, pemerintah menyiapkan pembangunan sumur bor dengan terlebih dahulu melakukan survei untuk mengetahui potensi sumber air bawah tanah.
“Posko kita sudah tentukan di Aula Dinas PUPR Nabire. Nanti kita susun anggota Satgas, sehingga seluruh kepala distrik menjadi koordinator masing-masing distrik,” ujarnya.
Dalam penanganan pangan, Pemkab Nabire berkoordinasi dengan Bulog dan distributor untuk menjaga ketersediaan beras serta mendatangkan komoditas dari luar daerah apabila produksi lokal menurun.
Ia mengatakan juga akan membuka kran pengiriman bahan pangan dari luar daerah. Namun, distributor dan pedagang diminta tidak memanfaatkan kondisi kekeringan untuk menaikkan harga komoditas yang pasokannya masih tersedia dari luar daerah.
Selain pemerintah dan TNI-Polri, Satgas Tanggap El Nino akan melibatkan perusahaan swasta, perbankan, distributor bahan makanan dan kontraktor untuk membantu penanganan dampak kekeringan.
“Pihak swasta kita libatkan untuk turut membantu dan berpartisipasi,” ujarnya.
Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Bupati juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, hutan maupun kebun secara sembarangan.
Ia mengatakan pembakaran untuk membuka lahan dapat meluas dan mengganggu kesehatan, pendidikan, perekonomian, pelayanan pemerintahan hingga penerbangan.
Mesak juga meminta masyarakat memperhatikan keselamatan rumah, termasuk penggunaan listrik dan pembuangan puntung rokok, serta mengimbau warga menggunakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara. (Redaksi)