OPD Mimika Diajar Kelola Arsip
Papua60detik - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di lingkungan pemerintah Kabupaten Mimika. Tujuannya, mewujudkan arsip sebagai tulang punggung manajemen pemerintah.
Untuk mewujudkan itu, mereka melakukan sosialisasi yang berlangsung, Selasa (30/11/2021) di Hotel Cenderawasih 66 kepada pegawai yang berhubungan langsung dengan arsip yang ada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk kelurahan dan juga kampung dengan mendatangkan narasumber dari Kota Blitar.
Asisten I Bidang Pemerintahan, Yulianus Sasarari yang hadir membuka kegiatan mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Pemda Mimika dalam mengemban tanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan dan pengembangan SDM.
“ini adalah bekal dan pengetahuan mengenai kearsipan karena penyelenggaraan tugas umum pemerintah dapat dilaksanakan dengan optimal, apabila administrasi dapat diimplementasikan secara baik dan benar,” katanya.
Ia menilai arsip sebagai bagian yang sangat penting dalam pemerintahan karena menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintah.
Kearsipan memegang peran yang sangat penting, karena para penyelenggara pemerintahan ketika di hadapkan pada suatu persoalan, sementara hal tersebut telah lalu dan berlangsung lama maka yang dilihat pertama kali adalah arsip dari berbagai proses penyelenggaran pemerintahan.
Menuruynya, arsip yang tertib, baik dan tersusun dengan rapi tentu akan memudahkan pemerintah dalam melihat dan meninjau kembali pekerjaan dan dokumen yang telah dilakukan.
“Saya berharap dalam kegiatan ini para peserta dapat memahami fungsi dan peranan maupun sangsi dalam pengelolaan arsip, dalam pemerintahan yang di harapkan dapat menciptakan sumber daya manusia aparatur yang bermutu dan bermartabat, meningkatkan sistem pengelolaan dan pemeliharaan kearsipan melalui penyediaan data yang akurat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, Jacob Toisuta mengatakan sosialisasi kearsipan ini dimaksudkan agar kearsipan di setiap OPD, distrik dan kelurahan/kampung sesuai aturan.
“Supaya besok-besok ada persoalan-persoalan atau dokumen-dokumen yang diminta itu kita tidak kelabakan atau kita susah tapi mempermudah,” ungkapnya.
Ia mengatakan sosialisasi ini akan maksimal. Artinya bisa diterapkan di setiap OPD apabila pegawai yang mengelolanya tidak berganti-ganti terus setiap tahun.
“Tapi kalau ganti-ganti terus maka setiap tahun kita bikin sosialisasi juga ibaratnya kita buang garam dalam laut,” jelasnya.
Ia berharap, pegawai yang ikut sosialisasi ini bisa mengaplikasi apa yang didapatkannya di OPDnya masing-masing. Bukan hanya sekedar datang dan tidak ada hasil. (Anti Patabang)