Operasi Pasar di Timika, Tak Pakai Masker Dilarang Masuk
Papua60detik - Jelang H-3 perayaan Natal, Pemkab Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar operasi pasar bahan pokok, Selasa (22/12/2020) di Pasar SP2 Timika.
Operasi pasar ini hanya berlangsung satu hari dengan melibatkan puluhan distributor bahan makanan pokok.
Dari pantauan Papua60detik para pengunjung yang datang tetap diminta menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung yang tidak menggunakan masker tidak akan diizinkan memasuki lokasi operasi pasar.
Sebagaimana lazimnya operasi pasar, harga barang yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Telur ayam lokal satu rak Rp50 ribu, telur ayam besar Rp55 ribu, ayam kampung super Rp50 ribu, jahe gajah satu kilo Rp30 ribu, beras super jago 50 kg Rp510 ribu, beras super jago 25 kg Rp260 ribu, masker Rp65 ribu, minuman triola gelas 220 ml Rp21 ribu, minyak goreng 5 liter Rp73 ribu, syrup rasa cocopandan dan melon Rp15 ribu, syrup rasa nanas, mangga, jeruk dan leci Rp11 ribu, beras Surabaya 5 kg Rp60 ribu, mie sedap kua Rp90 ribu, sedap goreng Rp95 ribu, minuman Floridina Rp 35 ribu, minyak goreng 2 liter Rp30 ribu, minyak goreng 1 liter Rp15 ribu, sabun cuci Daia 2,7kg Rp40 ribu, Daia 850 kg Rp15 ribu, kopi Mayor Rp6 ribu, kecap sedap Rp20 ribu, tepung kanji Rp5 ribu, bawang merah Rp37 ribu dan bawang putih Rp25 ribu.
Kepala Disperindag Mimika, Michael R Gomar mengatakan operasi pasar atau pasar murah ini sengaja dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang hendak merayakan Natal mendapat kebutuhan dengan harga murah.
Namun sayangnya dalam kegiatan ini tak ada gula karena stok gula hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun baru nanti. Stok gula di Timika saat ini sangat terbatas.
“Tetapi untuk ketersediaan stok sampai dengan tahun baru 2021, gula masih masih mencukupi dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Mimika,” jelas Gomar.
Ia mengatakan selain operasi bahan pokok makanan dan minuman, Disperindag juga mengadakan operasi pasar minyak tanah di 15 dedominasi gereja sebanyak 75 kilo liter (KL). Masing-masing gereja mendapat jatah 5 KL.
“Harganya sesuai HET. Dan hari ini terakhir di tiga gereja yaitu Tiberias, GKI Peniel dan Gereja Keratapan Pantekosta di jalan Samratulangi. Kita sudah mulai sejak Sabtu kemarin,” katanya.
Operasi pasar bahan pokok dan minyak tanah selalu rutin dilakukan setiap tahun baik Lebaran maupun Natal seperti saat ini. (Anti Patabang)