Pasca Penyerangan KKB, Pangdam XVIII/Kasuari: TNI Tak Mundur Pertahankan NKRI
Papua60detik – Panglima Kodam (Pangdam) XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menegaskan, ancaman hingga serangan nyata Kelompok Separatis Teroris (KST) atau KKB Papua di wilayah Maybrat, Kamis (20/1/2022) kemarin, tidak menyulutkan semangat perjuangan TNI dalam mempertahankan kedaulatan NKRI di tanah Papua Barat.
"Selangkah pun kami tak mundur dengan serangan ini, kami akan tetap berjuang untuk mempertahankan kedaulatan NKRI," tegas Pangdam dalam keterangan tertulisnya yang diterima Papua60detik, Jumat (21/2/2022).
Keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari pun berduka atas wafatnya anggota Yonzipur 20/PPA Serda Miskel Rumbiak dalam serangan Kelompok Separatis Teroris Papua. Dimana, ia meninggal akibat terkena tembakan pada perut bagian kanan.
"Kami kehilangan satu putra asli Papua dari Raja Ampat, marga Rumbiak Saereri, putra terbaik bangsa Sersan Dua Miskel Rumbiak yang mengabdi untuk tanah dan masyarakatnya, namun diperlakukan tidak manusiawi oleh KST Papua," ujarnya.
Pangdam mengatakan, Serda Miskel Rumbiak bersama korban lain yang terluka, diserang saat sedang melaksanakan tugas pembinaan teritorial untuk kepentingan masyarakat lokal di Distrik Aifat Timur.
Mereka sedang membangun sarana jembatan penyeberangan, satu-satunya akses penghubung antara kampung Fan Khario dan kampung Kamat di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat.
"Kuat dugaan kami bahwa mereka adalah kelompok KNPB Maybrat yang sudah berstatus DPO pasca-penyerangan pos Koramil persiapan di kampung Kisor September 2021 lalu," ujarnya.
Prajurit Batalyon Zeni Tempur 20/Pawbili Pelle Alang atau Yonzipur 20/PPA merupakan Batalyon Zeni organik Kodam XVIII/Kasuari.
Nama satuan itu diambil dari bahasa daerah setempat, yakni Pawbili: Membangun, Pelle: Bertempur, Alang: Prajurit, yang dimaknai sebagai Prajurit yang siap Bertempur dan Membangun. (Salmawati Bakri)