Pedagang Klaim Beras di Timika Aman dari Oplosan
Papua60detik - Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan berita beredarnya beras oplosan di sejumlah wilayah Indonesia.
Tak main-main, di beberapa daerah, ada 212 merek yang sudah ditarik dari pasaran karena terindikasi tidak memenuhi standar, baik itu dari segi kualitas, kuantitas dan harga.
Namun, kabar buruk tersebut untungnya belum terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Hasil penelusuran di pedagang-pedagang beras mengatakan, sejauh ini beras masih aman dan tidak ditemukan beras oplosan.
Salah satu pedagang beras di Pasar Sentral, Ayudin, mengaku sudah mengetahui nformasi terkait beras tersebut. Sehingga dia langsung memeriksa berasnya dan merasa masih aman. Dan sejauh ini juga, belum ada keluhan dari pelanggannya.
Ia mengatakan, selain menjaga etika berdagang, menjual beras oplosan tentu akan merugikan usahanya dan juga masyarakat.
"Pedagang di Timika ini pasti takut untuk menjualnya karena masyarakat kan, kalau sudah protes pasti sudah tahulah bagaimana," ujarnya.
Ayudin pun yakin bahwa beras yang beredar di Timika masih aman, sebab sebelum disalurkan ke distributor, beras terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan ketat oleh pihak terkait di pelabuhan Pomako.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Administrasi Toko Sinar Sulawesi Beras dan Rempah-rempah, Sri. Ia mengaku belum memukan beras oplosan. Sebagai salah satu distributor di Timika, pihaknya menjaga kualitas beras dan selalu melakukan pengawasan saat beras didistribusi.
Ia tidak yakin kalau beras oplosan ada di Timika, hal itu diperkuat dengan kenyataan bahwa saat ini, beras yang beredar di pasaran hanyalah beras dari Sulawesi dan Merauke. Dan itu di luar dari 212 merek yang ditarik dari pasaran.
"Kalau kita dari Toko Sulawesi selama ini belum ada, karena mereknya itu semua dari Sulawesi dengan jenis beras seperti, beras pandan, mawar Sulawesi, raja pandan, mawar pink, sinar Sulawesi," terangnya.
Menanggapi berita yang beredar, beberapa warga turut menanggapi dan mengaku was-was. Namun, sampai sekarang, mereka belum menemukan kejanggalan ketika mengkonsumsi beras yang sudah dimasak. Warga pun berharap, pihak terkait harus selalu melakukan pengawasan ketika ada beras masuk, agar tidak sampai ke Timika. (Martha)