Pedagang Mulai Kembali Ke Pasar Lama, ini Alasannya
Papua60detik - Pasar Lama yang sudah sepi dari aktifitas jual beli setelah semua pedagang direlokasi ke Pasar Sentral Timika September 2020 lalu, kini kembali dipadati para pedagang.
Satpol PP yang sebelumnya selalu menjaga kini tak lagi terlihat di lokasi. Pos yang disiapkan khusus untuk mereka pun sudah dijadikan sebagai tempat duduk pengunjung menunggu ojek.
Wawan salah satu pedagang ikan mengatakan alasannya kembali ke Pasar Lama karena pemasukannya berjualan di Pasar Sentral terlampulau kecil, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Dalam sehari ungkapnya, kadang tidak mendapat pembeli satupun. Pembeli di Pasar Sentral hanya doyan berbelanja di lapak barisan depan. Lapak di belakang, sepertinya, sangat jarang dilirik padahal jualan dan harga yang ditawarkan sama.
“Lapak memang ada, tapi kembali lagi bahwa kami yang merupakan pedagang yang dipindahkan kesana (Pasar Sentral) mendapat lapak yang berada di baris ketiga dan pembeli hanya membeli di baris depan saja,” ungkapnya kepada Papua60detik, Kamis (14/1/2021).
Ia menyadari langkah yang diambilnya untuk kembali ke Pasar Lama memang salah, namun ia pun tidak bisa terus bertahan di Pasar Sentral jika pemasukannya tidak seberapa sementara ia harus memenuhi kebutuhan keluarganya dan harus putar modal kembali.
Wawan berharap sebelum Disperindag bersama semua tim gabungan penataan pasar kembali meminta mereka kembali ke Pasar Sentral, pengaturan lapak harus diperhatikan agar tidak ada pedagang yang merasa keberatan.
“Saya tetap mau kembali tapi harusnya pedagang ikan itu harus diatur satu baris semua, pedagang sayur dan rempah-rempah lainnya satu baris semua, jangan seperti sekarang,” harapnya.
Alasan dan harapan yang sama juga diungkapkan Dodi seorang pedagang kelapa parut.
Menurutnya pemerintah seharusnya memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Membuka peluang usaha yang baik, bukan justu membuat masyarakat kehilangan pendapatan.
“Jangan ada yang untung dengan pemasukan yang banyak tapi yang lainnya justru kehilangan pendapatan. kadang saya harus buang saya punya jualan karena busuk. Mungkin karena pembeli merasa malas kesana karena jauh,” ungkapnya.
Berbeda dengan Wawan dan Dodi, Diman seorang pedagang gunting kuku, senter dan sebagainya mengatakan kembali ke Pasar Lama bukan karena sunyi pembeli tapi ikut-ikutan.
“Saya lihat sudah ramai makanya saya kembali ke sini. Kalau disuruh pindah lagi yah saya tetap akan pindah lagi, cuma karena ini dekat dari tempat tinggal makanya saya memilih di sini dulu,” katanya. (Anti Patabang)