Pelayanan Bus Gratis Pemda, ini Kata Warga
Papua60detik - Beberapa hari terakhir publik dihidangkan dengan perselisihan antara jasa transportasi daring Maxim dengan sopir Rental di Timika. Mereka permasalahkan tarif.
Padahal Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyediakan transportasi angkutan umum gratis buat masyarakat.
Pada Maret 2024 lalu, dinas perhubungan bekerja sama dengan Damri menggunakan bus bekas PON 2021 sebagai pelayanan angkutan umum. Sebanyak 11 bus melayani beberapa rute.
Seperti yang disaksikan papua60detik.id Kamis (16/5/2024) sekitar pukul 10.00 WIT terlihat bus kuning tersebut terparkir berjejer di terminal penumpang pasar sentral. Tanda siap beroperasi.
Mereka beroperasi sebanyak delapan rit atau empat kali pulang pergi dengan rutenya masing-masing.
Salah satu sopir bus yang enggan disebutkan namanya mengatakan biasanya dalam operasi, sopir akan langsung berangkat sesuai rute atau start dari terminal pasar.
"Biasanya jam 6 kami sudah jalan, tapi dari kemarin anak-anak sekolah ujian makanya kami agak siang," ujarnya.
Sementara bus dengan rute Terminal - Hassanudin - SP1 Belakang Kuburan - Yos Sudarso - Hassanudin (kembali ke terminal) harus berangkat lebih awal dari yang lain.
Bus dengan rute tersebut langsung berangkat dari kantor Damri SP1 mengangkut masyarakat yang berada di wilayah belakang Kuburan SP1 Kelurahan Kamoro Jaya.
Di sana, rata-rata penduduk masyarakat Amungme, Damal dan Nduga. Masyarakat akan bersiap-siap jika bus kuning sudah masuk wilayahnya. Biasanya masyarakat akan mengumpulkan hasil bumi di dalam noken besar yang telah ditaruh dalam teras rumah mereka atau pinggir jalan.
Salah satu warga RT 32 Kamoro Jaya, Erianus Kemong mengatakan senang adanya bus itu. Masyarakat jika mau membawa hasil bumi ke pasar tidak perlu repot memanggil ojek yang cukup menguras kantong.
"Masyarakat senang karena ada bus gratis, pagi sudah datang," katanya.
Namun yang masih menjadi keluhan masyarakat yakni kurangnya jam operasional bus itu. Bus beroperasi hanya sampai pukul 15.00 WIT atau jam 3 sore.
"Sedangkan, masyarakat di sini ada yang jualan sore sampai malam jam 7, kalau pagi tidak begitu banyak yang ke pasar," katanya.
Bus gratis itu setiap hari melalui rute yang telah ditentukan. Keluar dari wilayah belakang kuburan langsung menuju ke Stadion Wania Imipi hingga perempatan pasar Minggu.
Penumpang tampak semua Orang Asli Papua (OAP). Ada yang dengan tujuan ke pasar, ada yang ke Puskesmas dan ada yang di Nawaripi.
Masyarakat yang ingin lanjut ke Pasar Lama, mereka harus turun di terminal pasar sentral untuk berganti Bus dengan tujuan Pasar Lama. Bus hanya berjalan sesuai dengan rute. (Eka)