Pemerintahan Prabowo Bakal Perluas Perkebunan Kelapa Sawit
Perkebunan kelapa sawit PT Karya Bella Vita (KBV) di Jalan Trans Nabire - Mimika, Papua Tengah. Foto: Dok/ Papua60detik
Perkebunan kelapa sawit PT Karya Bella Vita (KBV) di Jalan Trans Nabire - Mimika, Papua Tengah. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sepertinya bakal menempuh kebijakan perluasan perkebunan kelapa sawit.

Prabowo mengklaim banyak negara saat ini membutuhkan kelapa sawit dan berharap dari Indonesia.

"Ternyata kelapa sawit jadi bahan strategis rupanya. Banyak negara takut tidak dapat kelapa sawit. Bayangkan itu," kata Prabowo pada Musrenbangnas di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (30/12/3024) seperti dikutip dari chanel YouTube Sekretariat Presiden.

Ia lantas meminta pimpinan daerah hingga TNI-Pori menjaga perkebunan kelapa sawit. Bahkan katanya, Indonesia mesti menambah luas perkebunan kelapa sawit 

"Para bupati, gubenur, tentara polisi jagalah kebun-kebun kelapa sawit kita. Itu aset negara. Dan saya kira ke depan kita juga harus tambah tanam kelapa sawit," katanya.

Ia lantas mempertanyakan deforestasi yang jadi alasan argumen penolakan perkebunan kelapa sawit. Alasannya sederhana, kelapa sawit punya daun, menyerap karbondioksida.

"Tidak usah takut, apa itu katanya, membahayakan, apa itu, deforestation. Namanya kelapa sawit, ya pohon. Benar gak. Ada daunnya kan. Ya, dia menyerap karbondioksida. Dari mana kok kita dituduh," ujarnya.

Tapi tak bisa dipungkiri, pembukaan perkebunan kelapa sawit berkonsekuensi pada pembabatan hutan. Dan, perkebunan kelapa sawit tak bakal mampu menggantikan fungsi hutan alamiah. 

Pohon kelapa sawit yang serabut tak mampu menyimpan air sebanyak pohon hutan alamiah. Belum lagi rusaknya keanekaragaman hayati karena sifatnya yang monokultur. Konsesi lahan perkebunan kelapa sawit dalam beberapa kasus juga mengakibatkan konflik dengan masyarakat adat.

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB memang bikin studi tentang kelapa sawit sebagai tanaman hutan. Studi ini hendak menyediakan kajian akademik bagi pemerintah mengalihkan status sawit dari tanaman perkebunan menjadi tanaman hutan. (Burhan)