Pemprov Papua Tengah Mediasi Pembentukan Tim Penanganan Konflik Kapiraya
Papua60detik - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Tengah memfasilitasi rapat koordinasi melalui zoom meeting dalam rangka penanganan konflik sosial batas wilayah yang terjadi di Kapiraya antara Kabupaten Mimika dan Deiyai, Jumat (13/2/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa dan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk pemeirntah dari kabupaten Mimika dan Deiyai.
Baca Juga: Gereja KINGMI Serukan Perdamaian di Kapiraya
Plt Kepala Kesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii, menyampaikan, rapat tersebut merupakan langkah awal koordinasi lintas pemerintah dalam menyikapi konflik sosial yang terjadi sejak 11 Februari dan berlanjut hingga 13 Februari 2026.
“Dalam rapat sudah disepakati bahwa masing-masing kabupaten akan membentuk tim penanganan konflik. Tim ini akan melakukan pendekatan secara adat kepada para kepala suku dan pemilik hak ulayat, baik dari pihak Kamoro maupun Mee, guna meredam dan menyelesaikan konflik yang terjadi,” ujar Albertus Adii.
Katanya, langkah penyelesaian akan dimulai dengan konsolidasi dan komunikasi di tingkat suku, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama untuk merumuskan kesepakatan. Selanjutnya, Forkopimda Provinsi Papua Tengah bersama Pemkab akan turun langsung ke wilayah terdampak untuk menyelesaikan persoalan, termasuk terkait tapal batas adat.
Selain pembentukan tim, rapat itu juga menyepakati bahwa dalam waktu dekat akan dikeluarkan surat edaran dari Gubernur Papua Tengah. Salah satu poinnya adalah penghentian sementara aktivitas penerbangan ke wilayah terdampak serta penertiban aktivitas para pekerja, termasuk kegiatan ekonomi dan tambang rakyat di wilayah tersebut, guna mencegah meluasnya konflik.
“Terkait tapal batas, tim juga akan melakukan negosiasi dan komunikasi dengan para pemilik hak ulayat dan tanah adat agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik dan bermartabat,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah konflik berkepanjangan yang berpotensi menimbulkan kerugian, baik secara material maupun korban jiwa.
Melalui rapat tersebut, Gubernur Papua Tengah juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kamoro dan Kapiraya, agar menahan diri, menjaga keamanan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Semua pihak diminta untuk menghentikan aksi-aksi yang dapat memicu konflik lanjutan. Kita kedepankan dialog, pendekatan adat, dan koordinasi bersama demi terciptanya kedamaian,” tegasnya. (Elia Douw)