Pengungsi di Maybrat Tak Kunjung Pulang
Papua60detik - Sekali lagi warga sipil jadi korban. Warga di Maybrat terpaksa mengungsi pasca pasca penyerangan Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021).
Mereka memilih mengungsi mengamankan diri karena ketakutan terkena dampak setelah peristiwa yang menewaskan empat prajurit TNI itu. Belum ada data pasti berapa jumlah warga yang mengungsi.
Dandim 1809/Maybrat, Letkol Inf Harry Ismail bersama Bupati Maybrat Bernard Sagrim telah bertemu dengan para pengungsi.
Rilis Pendam Kasuari, Selasa (14/9/2021) menyebut, mereka yang ikut mengungsi termasuk kelompok rentan, anak-anak dan lansia dari Aifat Timur Tengah.
Kepada para pengungsi di kantor Bupati Maybrat, Senin (13/9/2021), Dandim bersama Bupati mengaku akan memfasilitasi dan memastikan perlindungan.
Setelah koordinasi dengan aparat eamanan dan Pemda setempat, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pengembalian para pengungsi ke rumah masing-masing.
"Bapak Pangdam dan Kapolda sudah menjamin keamanan di wilayah kita jadi jangan takut, aparat hadir untuk melindungi Bapak Ibu sekalian dan menjaga stabilitas daerah," kata Dandim mengutip rilis tersebut.
Pasca kejadian penyerangan, banyak masyarakat sekitar posramil mengungsi dan tinggal dengan keluarga atau sanak famili yang mereka kenal di Kampung Aisio dan sekitarnya.
"Logistik para pengungsi tersebut didukung oleh Pemda Kabupaten Maybrat yang disiapkan di Kantor kampung Tehak Kecil dan pelaksanaan kegiatan didukung Koramil Maybrat. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan," katanya.
Sementara itu, Bupati Maybrat menambahkan, tugas aparat selain mengamankan adalah mencari pelaku. Indonesia merupakan negara hukum bukan negara adat sehingga para pelaku harus mempertanggungjawabkan tindak kejahatannya.
Mereka yang akan kembali ke rumah dan kampungnya akan didata dan difasilitasi pemerintah.
"Masyarakat sekalian jangan kaget karena Aparat TNI-Polri banyak di wilyah kita. Aparat datang untuk memberikan perlindungan. Mereka menjaga dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Bupati. (Salmawati Bakri)