Penjemputan Jenazah ABK Korban Kapal Terbakar Diwarnai Protes Keluarga
Jenazah Markus Tangke tiba di Bandara Mopah Merauke, Jumat (20/8/2022). Foto: Ami/ Papua60detik
Jenazah Markus Tangke tiba di Bandara Mopah Merauke, Jumat (20/8/2022). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Jenazah Markus Tangke, masinis Kapal LCT SPOB milik Pertamina  yang terbakar di Mappi tiba di Bandara Mopah Merauke dengan pesawat, Jumat (20/8/2022) pagi.

Penjemputan jenazah korban sempat diwarnai aksi protes oleh pihak keluarga dan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Merauke. Mereka menilai perusahaan di mana almarhum bekerja tidak tanggap mengurus jenazah saat tiba di bandara. 

Bagaimana tidak, jenazah korban tertahan hampir satu jam di Bandara Mopah lantaran menunggu mobil jenazah dari perusahaan tempatnya bekerja.

Pihak keluarga nyaris saja membawa jenazah ke RSUD Merauke menggunakan mobil pikap.

"Jadi pihak perusahaan perlu tahu, kami dari IKT, namanya mengurus kemalangan begini cukup cepat. Jangan sampai menunggu seperti begini, kan kasian pihak keluarga," ujar  Wakil Ketua IKT Merauke, Marthen Ganna di depan perwakilan perusahaan.

Seharusnya, sebelum jenazah tiba mobil jenazah sudah harus tiba di bandara. Sehingga, saat jenazah tiba bisa langsung dibawa ke rumah duka dan tidak perlu menunggu lama.

"Kita kan kemarin sudah koordinasi, katanya perusahaan urus semua. Tapi ini, sudah satu jam, mobil jenazah belum datang," kata Marthen dengan nada kesal.

"Sebenarnya kami bukan tidak mampu urus, hanya kan pihak perusahaan menyanggupi untuk mengurusnya semua. Makanya tadi, warga mau bawa pikul saja peti jenazah," katanya.

Beberapa saat setelah terjadi aksi protes, mobil jenazah RSUD Merauke tiba di bandara. Pihak keluarga pun ikut mengantar jenazah menuju RSUD.

“Kami pihak keluarga ikut prosedur, jadi dari bandara langsung kita ke RSUD dan rencana besok jenazah akan diterbangkan ke Toraja untuk dimakamkan di kampung halamannya," kata Marthen.

Kapal LCT pengangkut BBM Pertamina dan Kapal Purnama dilaporkan terbakar pada Kamis (18/8/2022) dini hari sekitar pukul 01.45 WIT.

Kejadian itu mengakibatkan Markus Tangke dan Ahmad Septi Ramadan meninggal dunia dan tiga orang ABK hingga kini masih dalam pencarian. (Ami)