Peredaran Uang Palsu, Pj Bupati Minta Warga Waspada
Papua60detik - Pj Bupati Mimika, Yonathan Demme Tangdilintin menanggapi berita terkait penggunaan uang palsu oleh salah satu tamu Bar Classic di Kilometer 7, Distrik Wania.
Menurutnya, jika sudah terbukti uang palsu digunakan pada satu titik, besar kemungkinan peredarannya sudah ke mana-mana. Oleh karena itu, perlu edukasi bagi masyarakat lebih teliti dan waspada.
"Kalau sudah ada indikasi itu, saya yakin itu bukan hanya di satu titik, jangan-jangan sudah disebar juga. Jadi edukasi ini penting bagi masyarakat. Nanti saya minta Diskominfo untuk sosialisasi dan mengedukasi melalui grup-grup tanpa bermaksud membuat orang resah," ujar Yonathan saat diwawancarai, Jumat (14/03/2025).
Sebelumnya, Koordinator Bar Classic, Rahul melapor ke Polres Mimika. Ia mengaku menderita kerugian akibat ulah tamunya yang mengaku sebagai dokter Polri.
Kejadiannya pada 5 Maret 2025. Tamu itu datang dengan dua temannya pesan room karaoke. Tagihannya Rp3.805.000. Sebanyak Rp3 juta dibayar cash, sisanya transfer. Yang mengaku sebagai dokter itu yang membayar tagihan Rp3 juta dengan uang palsu pecahan seratus ribu.
"Kalau memang ada oknum yang mencoba menyebar itu ya ditangkap. Apalagi mengaku sebagai dokter Polri. Jadi perlu ketegasan dari aparat kepolisian, saya percaya untuk itu. Tangkap dulu. Urusan lain belakangan," tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat lebih hati-hati terhadap peredaran uang palsu dan menerapkan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang.
Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyebut kasus tersebut sudah ditangani Satreskrim.
"Jadi kemarin kita sudah mendapatkan peredaran uang palsu. Sudah kita mintai juga keterangan. Dari Reskrim yang menangani," katanya.(Martha)