Perkuat Layanan Kesehatan, YPMAK Mulai Penyusunan RIP RSMM
YPMAK bersama PT Ligar Mandiri Indonesia kick off penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) RSMM di Mimika, foto: Martha/Papua60detik
YPMAK bersama PT Ligar Mandiri Indonesia kick off penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) RSMM di Mimika, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI memulai (kick off) proses seleksi pengelola dan penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) untuk Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Senin (16/02/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah awal menyusun master plan pengembangan RSMM agar mampu meningkatkan kualitas layanan dan daya saing rumah sakit ke depan.

Ketua Komite Seleksi RIP RSMM, Feri Magai Uamang, menjelaskan bahwa proses pemilihan konsultan dilakukan secara terbuka sejak April 2025. Dari 58 calon konsultan pendamping yang mendaftar, PT Ligar Mandiri Indonesia terpilih untuk membantu penyusunan RIP. 

"Kami berharap kerja sama ini berjalan sesuai target karena penyusunan RIP merupakan tugas strategis. Konsultan akan mendampingi YPMAK selama tiga bulan dalam menyusun dokumen RIap yang akan menjadi dasar perencanaan jangka pendek, menengah, hingga panjang," katanya.

Ketua Pembina YPMAK, Engel Enoch, menyampaikan, pembahasan pengembangan RSMM telah dilakukan selama satu tahun terakhir dengan melibatkan berbagai pihak. Ia berharap, seluruh proses bisa rampung sebelum Desember 2026 agar bisa masuk ke tahap pengelolaan berikutnya.

Katanya, RSMM yang dibangun pada tahun 1998 oleh PT Freeport Indonesia melalui YPMAK tetap menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di Mimika, khususnya masyarakat asli Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya. 

Sementara itu, VP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, menyebut, selama satu tahun terakhir telah dilakukan berbagai evaluasi dan pembenahan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Ia berharap, sebelum 2027, RSMM sudah mampu bersaing secara nasional dan memberikan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Mimika.

"Kegiatan ini sangat penting. Kami berharap seluruh pihak dapat mendukung proses pengembangan rumah sakit agar semakin baik dan mampu bersaing secara nasional," harapnya.

Direktur PT Ligar Mandiri Indonesia, Budi Prayogi, menjelaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pemetaan masalah, identifikasi titik kritis, hingga perumusan solusi yang tepat. Proses ini akan melibatkan peninjauan lapangan dan diskusi dengan pihak RSMM untuk menghasilkan rekomendasi yang optimal.

Budi memaparkan rencana kerja timnya. Timnya akan menggali permasalahan, mendefinisikan masalah utama, dan merekomendasikan solusi serta mitra strategis yang tepat. 

Tim pendamping yang terdiri dari para ahli di bidang manajemen, keuangan, pelayanan medis, administrasi, dan mutu tersebut, akan mengombinasikan pengalaman yang dimiliki untuk mendukung peningkatan tata kelola dan kualitas layanan rumah sakit.

"Kami dari PT Ligar Mandiri memiliki pengalaman di beberapa rumah sakit dan memahami kebutuhan, baik dari sisi persiapan maupun operasional. Kami tidak hanya melihat pengalaman mitra, tetapi juga bagimana untuk menerjemahkan solusi sesuai kebutuhan rumah sakit," terangnya. 

Sementara Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menegaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan RSMM, terutama bagi masyarakat asli Amungme dan Kamoro serta suku-suku kerabat lainnya.

Leonardus berharap, kick-off ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan RSMM sebagai rumah sakit unggulan yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat di Mimika.

"Tujuan utamanya adalah melakukan progres perubahan agar pelayanan semakin baik. Kita perlu ada proses reformasi pola pelayanannya dan termasuk infrastrukturnya perlu kita ketahui desainnya perlu kita sesuaikan kembali mengikuti perkembangan zaman," pungkasnya. (Martha)