Pertamina Imbau Orang Kaya dan Industri Jangan Lagi Pakai BBM Subsidi
Antrean BBM di salah satu SPBU di Merauke, Rabu (10/8/2022). Foto: Ami/ Papua60detik
Antrean BBM di salah satu SPBU di Merauke, Rabu (10/8/2022). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Sudah tahun ketiga masyarakat Merauke sulit mendapatkan BBM. Masyarakat harus mengantre berjam-jam di badan jalan menuju SPBU.

Di SPBU, BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah jadi rebutan.

Terkait hal itu, Sales Branch Manager Rayon III PT Pertamina, Anwar Hidayat mengimbau agar kendaraan milik perusahaan menggunakan BBM non subdisi, yakni Pertamax dan Dexlite.

“Masyarakat yang mampu ayo beralih ke BBM non subsidi dan ramah lingkungan. Supaya tujuan pemerintah kasih subsidi untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah, bisa lebih tepat sasaran,” imbau  Anwar saat ditemui di Restoran Bubur Mandalah, Rabu (10/8/2022).

PT Pertamina, katanya sudah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para pengusaha yang ada di Merauke agar menggunakan BBM non subdisdi. Bahkan, ada beberapa program Pertamina untuk masyarakat yang komitmen menjadi pengguna BBM non subsidi. 

Soal maraknya kendaraan mewah yang ikut mengantri BBM subsidi di sejumlah SPBU di Merauke, Anwar mengajak para pemiliknya peduli kepada sesama.  

“Kalau kendaraannya mewah, tolong pakai BBM non subsidi. Kalau mampu beli mobil ya harus mampu beli BBM non subsidi,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa oknum tertentu paling sering mengantri. Diduga mereka merupakan pengetap BBM. Anwar meminta, oknum-oknum ini  menghentikan aktifitasnya.

Saat ini stok BBM di Merauke masih mencukupi, sebab itu menurutnya keliru jika dikatakan terjadi kelangkaan. Tapi ia mengakui memang terjadi penurunan kuota BBM subdisi oleh pemerintah pusat.

Kabarnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina sedang menyusun teknis mengenai kriteria kendaraan yang berhak menggunakan BBM subsidi. (Ami)