Pertemuan Lintas Stakeholder, YPMAK Dorong Satu Data & Kolaborasi
YPMAK gelar lintas stakeholder program Kampung sehat, foto:Martha/ Papua60detik
YPMAK gelar lintas stakeholder program Kampung sehat, foto:Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelolaan dana kemitraan PTFI menggelar pertemuan lintas stakeholder program kampung sehat selama dua hari, (29-30 April 2026) di Ballroom Swiss-Belin, Timika. 

Kegiatan ini menghadirkan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Mimika, Bappeda, Dinas PUPR, para kepala puskesmas di wilayah intervensi, hingga mitra lokal pelaksana seperti Yayasan RUMSRAM, Yapari, dan YEP.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Dolfin Maturbongs, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Ia mengakui bahwa program Kampung Sehat telah berjalan cukup lama, namun hasil yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai.

"Lebih dari lima tahun, masih terngiang di telinga saya betapa mulianya apa yang kita rencanakan. Namun, apa yang kita rencanakan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan di lapangan. Untuk itu seperti tadi saya katakan bahwa dibutuhkan satu kerjasama, kolaborasi antar mitra, kolaborasi antar lintas sektor," ujarnya. 

Dolfin menekankan pentingnya menghindari tumpang tindih program di lapangan. Ia mengingatkan bahwa koordinasi yang tidak baik antara Puskesmas dan tim Kampung sehat bisa menimbulkan irisan intervensi di lapangan dan juga pendobelan kegiatan serta ketidakakuratan data.

Oleh karena itu, diperlukan penyelarasan program agar layanan yang diberikan dapat saling melengkapi, bukan tumpang tindih.

"Saya berharap pada akhir dari kegiatan ini kita bisa mendapatkan satu kesepakatan bahwa apa yang mau kita buat paling pentingnya untuk masyarakat. Kita berharap tidak terjadi kesalahpahaman dengan teman-teman yang bekerja di lapangan," terangnya. 

Sementara itu, Deputi Program YPMAK, Bily Korwa, menegaskan bahwa kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam pelaksanaan Program Kampung Sehat. Ia menyampaikan sejak transformasi pada tahun 2029, YPMAK berperan sebagai mitra strategis pemerintah khususnya dalam mendukung sektor kesehatan.

Bily mengusulkan agar ke depan dibentuk kampung percontohan (role model) sebagai contoh keberhasilan kolaborasi lintas sektor. Model tersebut nantinya dapat diimplementasikan di wilayah lain mengikuti karakteristik geografis masing-masing daerah. 

"Kerja sama ini bukan sesuatu yang menjadi pilihan lagi, tetapi merupakan suatu hal yang harus kita lakukan bersama. Kita ada pada tanggung jawab yang menjadi mitra pemerintah, kita berkolaborasi bersama untuk kepentingan kesehatan masyarakat kita," pungkasnya. 

Di kesempatan yang sama, Project Manager Yayasan Care Peduli, Tengku Rodan menyebut pertemuan dua hari ini mendorong adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara tiga mitra pelaksana Program Kampung Sehat dengan Dinas Dinas Kesehatan khusunya Puskesmas dan Purlstu yang ada di wilayah intervensi. 

Melalui MoU tersebut, nantinya akan diatur secara rinci mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk pembagian peran dalam pelaksanaan program di lapangan. 

"Selama ini dokumen tersebut belum terealisasi, harapannya nanti akan kita bicarakan poin-poin yang masuk di kerjasama tersebut baik itu hak dan kewajiban masing-masing. Agar teman-teman puskesmas dan mitra punya dasar tentang kerjasama ini," terangnya. 

Ia menambahkan, pertemuan ini juga mendorong terwujudnya sistem satu data yang terintegrasi, di mana seluruh aktivitas pelayanan, termasuk dari tim Kampung Sehat dan Dinas Kesehatan dapat tercatat secara real time dan transparan. (Martha)