Petani dan Penyuluh Merauke Ikut Bimtek Hadapi Serangan Hama
Pembukaan Bimtek Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Pada Tanaman Padi, Senin (26/9/2022). Foto: Ami/ Papua60detik
Pembukaan Bimtek Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Pada Tanaman Padi, Senin (26/9/2022). Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Petani  dan penyuluh pertanian di wilayah kabupaten Merauke mengikuti Bimtek dalam rangka mendukung gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) di Kabupaten Merauke, Senin (26/9/2022).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Karantina Pertanian Merauke bekerja sama dengan Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L Hamzah.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Merauke, Cahyono  krisis pangan  di Indonesia karena perubahan iklim, sehingga mengakibatkan produksi pertanian  mengalami penurunan.

Tercatat di tahun 2020 beras Merauke yang keluar sebanyak 32.000 ton, tahun 2021 turun 23.000 ton dan per Juni 2022 hanya 9.000 ton. Sedangkan data ekspor untuk tahun 2020 sebanyak 40 ton, tahun 2021 hanya 13 ton dan Juni 2022 hanya 9 ton beras yang diekspor.

Sementara itu, Sulaeman L Hamzah menambahkan, bahwa Jajaran Karantina di Papua harus kerja keras karena hama pengganggu tanaman cepat penyebarannya salah satunya melalui media pembawa.

Melalui Bimtek ini peserta diminta membantu pemerintah dengan membagikan informasi ketika ditemukan penyakit atau hama di lapangan. 

“Kita harus saling mendukung dan kerja sama yang baik agar produktifitas hasil Pertanian Merauke tetap aman dan terus meningkat,” tandasnya. (Ami)