Petani Tuding Drainase Tak Dinormalisasi Jadi Salah Satu Penyebab Gagal Panen
Papua60detik - Petani menuding drainase yang 12 tahun tidak pernah dinormalisasi jadi salah satu penyebab banjir maupun kekeringan di daerah persawahan di Distrik Tanah Miring.
Kepala Kampung Sumber Harapan SP3 Distrik Tanah Miring Husin Rois mengaku pada tahun 2022 lalu, 380 hektar sawah gagal tanam karena drainase sudah dangkal dan di penuhi gulma pada musim tanam pertama.
Untungnya, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui dinas PUPR turun langsung ke lapangan melihat keluhan masyarakat khususnya petani.
“Kita sampaikan ke Provinsi, langsung bapak Gubernur tanggapi dan langsung melakukan normalisasi,” ujar Husin Rois di Kampung Sumber Harapan SP3 Tanah Miring, Rabu (9/8/2023).
Menurutnya, drainase di SP3 yang perlu dinormalisasi sebanyak 18 kilometer. Saat ini baru 4 kilometer yang dinormalisasi.
“Di sini setiap musim tanam dua, masyarakat petani selalu ribut soal air karena drainase dangkal dan debit air sedikit, masyarakat ribut,” tegasnya.
Ia berharap, melalui normalisasi drainase ini, air kembali normal.
Selain itu, petani juga mengharapkan jembatan tani yang permanen, bantuan jonder, komben dan dryer atau pengering padi. (Ami)