Polisi Tetapkan Lima Tersangka Pencurian Konsentrat PT Freeport
Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar. Foto Salmawati Bakri/Papua60detik
Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar. Foto Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik – Komplotan pencurian konsentrat di pabrik milik PT Freeport Indonesia, Mile 74, Distrik Tembagapura akhirnya terbongkar. Lima orang pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Reserse Kriminal Polres Mimika.

Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar mengungkap, lima tersangka tersebut yakni  RS, DW, PKP, A dan A. Kelimanya memiliki peran masing-masing.

Selain kelima orang tersebut, terdapat pelaku lain yang keberadaannya di luar Papua, masih dalam penyelidikan.

“Dua orang karyawan Freeport. Tiga lainnya adalah security dan karyawan sub kontraktor. Kasus ini pelimpahan dari Polsek Tembagapura. Mereka (tersangka –red) mengakui peranan masing-masing, mulai yang menjaga, pengambilan konsentrat, menyerahkan ke orang lain. Detilnya belum bisa kami sampaikan karena ada pelaku lain di luar Papua,” ungkapnya saat ditemui usai olah TKP kebakaran di Jalan Budi Utomo, Kamis (7/4/2022).

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari sebuah postingan Tik-tok dari istri salah satu tersangka. Postingan video itu menunjukan kekayaannya mulai dari rumah, kendaraan dan harta benda lainnya.

Postingan tersebut dinilai tidak wajar oleh salah satu rekan tersangka yang juga mantan karyawan karena masa kerja suaminya belum lima tahun.

“Mantan pekerja yang melihat postimgan itu lalu melaporkan ketidakwajaran pada manajemen. Lalu dilakukan pemeriksaan transaksi eletronik oleh SRM PT Freeport. Selanjutnya dilaporjan ke kami dan mengulang penyelidikan awal. Setelah cukup alat bukti, kami tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Bertu.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat menyebut besar kerugian hingga modus para tersangka.

“Berdasarkan pengakuan mereka, sudah dilakukan mulai dari tahun 2020. Bahkan sebelum melakukan pencurian, terlebih dahulu sudah direncanakan secara matang. Masih ada pelaku lain yang kita kejar, perkembangannya kalau sudah dapat semua akan kita rilis kerugian dan modusnya bagaimana,” ujar Bertu. (Salmawati Bakri)