Polres Merauke Dorong Pemberdayaan Ekonomi OAP Lewat Home Industry
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji bersama jajarannya sedang meninjau lokasi home industri bagi kelompok usaha binaan Polres Merauke. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji bersama jajarannya sedang meninjau lokasi home industri bagi kelompok usaha binaan Polres Merauke. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik — Kepolisian Resort Merauke di bawah komando AKBP Untung Sangaji terus memberdayakan ekonomi orang asli Papua (OAP), selain melaksanakan tugas pokok kepolisian.

Selama menjabat Kapolres Merauke, Untung telah merintis sejumlah usaha skala kecil tertentu untuk membantu sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Dalam upayanya itu, ia 100 persen melibatkan orang asli Papua, yang dibagi dalam sejumlah kelompok usaha. Warga diberikan berbagai keterampilan dan didampingi hingga mandiri.

“Kami terus menerima pendataan warga yang ingin bergabung dalam kelompok-kelompok usaha,” kata Untung usai meninjau lokasi home industri bagi kelompok usaha binaan Polres Merauke, Selasa (11/1/2022).

Lulusan Akpol 1995 ini mengatakan sejumlah usaha yang didorong kepada masyarakat ialah usaha minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil), kerajinan kancing baju dari batok kelapa serta beberapa usaha lain.

“Ada juga usaha batako dari cangkang sawit dan tanaman padi India. Pada saat ini kami sedang mengupayakan lokasi untuk home industri kancing baju dan VCO,” tuturnya.

Berbagai jenis usaha yang didorong tersebut memiliki prospek yang baik bagi kelompok binaan. Contohnya, kancing baju batok kelapa dapat dipasarkan sebanyak 2.500-3.500 pieces ke Jakarta perbulannya.

“Kalau minyak kelapa murni, tidak perlu jauh-jauh, di Merauke juga banyak yang membutuhkan,” katanya.

Untung menambahkan bahwa saat ini sudah dibentuk tiga kelompok home industri, yakni satu kelompok usaha minyak kelapa murni dan dua kelompok usaha kancing baju dari batok kelapa. 

“Mereka sudah terlatih dan teruji menghasilkan produk yang bagus, hanya tinggal didampingi hingga mereka bisa mandiri,” tandasnya. (Eman Riberu)