Polres Merauke Pertemukan Konsumen dengan Developer Perumahan

Pertemuan perwakilan perusahaan Developer perumahan dengan konsumen di Aula Polres Merauke, Kamis (4/8/2022) kemarin. Foto: Reskrim Polres Merauke
Pertemuan perwakilan perusahaan Developer perumahan dengan konsumen di Aula Polres Merauke, Kamis (4/8/2022) kemarin. Foto: Reskrim Polres Merauke


Papua60detik - Kasat Reskrim Polres Merauke AKP. Najamuddin memimpin pertemuan antara konsumen dan pihak perusahaan developer perumahan PT Elora Papua Abadi di aula Polres Merauke, Kamis (4/8/2022) kemarin.

Dalam pertemuan itu, pihak developer berdalih ada sejumlah faktor yang menghambat pembangunan rumah untuk konsumennya sehingga belum terealisasi hingga saat ini.

Penghambat pengerjaan itu di antaranya pihak ketiga yang mengerjakan proyek perumahan itu sedang membuat gugatan di pengadilan lantaran ada masalah pembayaran. Problem kedua, soal tanah lokasi pembangunan rumah.

"Itu menurut keterangan pihak perusahaan," terang Kasat Reskrim saat di temui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (5/8/2022).

Sebagian besar konsumen meminta pembatalan dan pengembalian uang. Dari 50 lebih, hanya lima konsumen yang ingin melanjutkan pembangunan rumah. Sisanya, memilih untuk pembatalan saja.

“Jadi kita belum bisa ambil keputusan masih menunggu pimpinannya datang, beliau balik Merauke pertengah Bulan September “ bebernya.

"Soal pembatalan ini, nanti kita lihat, apakah karena kesalahan konsumen atau perusahaan. Kita belum bisa katakan siapa yang salah dan perlu pendalaman lebih lanjut," tambahnya.

Ia mengatakan, sudah mendesak agar pimpinan perusahaan developer segera kembali ke Merauke. Sebagian konsumen juga, sebelumnya sudah mengajukan pembatalan, hanya saja pengembalian uang belum terealisasi.

“Jadi kita terus berkomunikasi dengan konsumen sambil mengumpulkan data- data untuk dilengkapi saat pimpinannya datang,” jelasnya.

Kasat  Reskrim menegaskan,  bila nanti tidak ada solusi atas permasalahan yang terjadi, maka akan diambil langkah lebih lanjut karena konsumen yang mengadu terus bertambah dan kerugian sudah ditaksir sudah mencapai miliaran rupiah.(Ami)




Bagikan :