Polres Nduga Antisipasi Tiga Hal Pasca Pembantaian Warga Sipil
Papua60detik - Polres Nduga melakukan antisipasi mencegah terjadinya eksodus, ketersediaan pangan hingga konflik sosial pasca pembunuhan 11 warga sipil oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya, Juli lalu.
Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen mengatakan, TNI-Polri terus berupaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Pasca kejadian, sebagian warga pendatang hendak keluar meninggalkan daerah tersebut atau eksodus. Beruntung, TNI-Polri berhasil menyakinkan dan menjamin keamanan kenyamanan mereka dengan melakukan patroli setiap jam khususnya di sekitar batas batu, TKP saat itu.
"Pasca kejadian yang kami hadapi adalah mencegah eksodus besar-besaran. Terkait itu, sudah bisa kita selesaikan. Saat itu pendatang mau keluar kosongkan Kota Kenyam. Lalu kami TNI-Polri datangi dan menjamin keselamatan keamanan mereka dengan patroli tiap jam. Jadi semua pendatang di pinggiran kota kita satukan," ujarnya saat ditemui Papua60detik di bilangan Jalan Agimuga Mile 32, Selasa (9/8/2022).
Teror penembakan KKB katanya, juga berdampak pada ketersediaan pangan yang sebelumnya sudah mulai menipis. Bahkan beras pun habis.
Aparat keamanan kemudian mengumpulkan para pedagang untuk tidak menaikkan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi keributan.
Ratusan personel lalu dikerahkan untuk mengawal distribusi bahan pokok para pedagang yang masuk ke Kenyam melalui batas batu.
"PR kita sekarang itu ketersediaan pangan. Karena dari Batas Batu ke Kenyam itu jalur perlintasan. Jadi, satu bulan kemarin itu gelombang tinggi. Jadi (distribusi) terhambat. Tambah lagi kejadian ini (pembunuhan warga). Pasca kejadian itu beras habis. Jadi saya kumpulkan pedagang kios. Saya tekankan agar tidak ada yang menaikkan harga. Kami dari kepolisian punya satgas pangan. Jadi kita kawal. Pengawalan itu kami betul-betul tidak memungut sepersen pun. Sebagai gantinya, itu (pedagang) harus komitmen harga tetap normal," ujar Rio.
"Kemudian yang kita cegah itu kejadian meninggalnya pendeta yang juga jadi korban pembantaian. Jangan sampai menimbulkan gejolak. TNI-Polri bekerja sama dengan baik. Kita makamkan dan membantu menyalurkan bantuan dari Kemensos sehingga tidak ada keributan," ujarnya menambahkan. (Amma)