Polsek Miru Kumpulkan Tokoh Masyarakat Sikapi Maraknya Tawuran Kelompok Anak
Polisi kumpulkan tokoh masyarakat tanggapi maraknya aksi tawuran di wilayah hukum Polsek Mimika Baru. Foto: Istimewa
Polisi kumpulkan tokoh masyarakat tanggapi maraknya aksi tawuran di wilayah hukum Polsek Mimika Baru. Foto: Istimewa

Papua60detik - Polsek Mimika Baru (Miru), Selasa (20/05/25) mengundang para tokoh masyarakat menyikapi sering terjadinya aksi tawuran oleh kelompok anak-anak dan pemuda dalam pekan terakhir di Jalan Ahmad Yani Kompleks Bambu kuning Timika.

Kanit Binmas Iptu I Made Aribawa didampingi para Bhabinkamtibmas mengajak seluruh elemen Masyarakat khususnya para tokoh di lingkungan masing-masing untuk peka dan tanggap serta peduli dalam menyikapi perkembangan situasi Kamtibmas yang terjadi di lingkungannya demi tetap terjaganya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Menyikapi perkembangan maraknya aksi tawuran oleh kelompok anak-anak maka Kami mengajak kepada seluruh elemen tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing-masing demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif," ujar Made.

Ia berharap para tokoh masyarakat berperan aktif dalam memberikan edukasi dan pemahaman dan pengawasan kepada anak-anak.

Polsek Mimika Baru  juga meminta, kepedulian masyarakat dalam mengaktifkan pos peduli keamanan (PEKA) sebagai bentuk kebersamaan dalam menjaga lingkungan. 

Koordinasi dan komunikasi dengan pihak aparat kepolisian apabila terjadi ancaman gangguan Kamtibmas bisa melalui call center Polsek Miru maupun Polres Mimika.

"Masyarakat jangan melakukan tindakan main hakim sendiri apabila menghadapi permasalahan di lapangan karena hal itu sangat merugikan diri sendiri," katanya. 

Kapolsek Mimika Baru AKP Putut Yudha Pratama berharap pertemuan itu memberi gambaran kepada semua pihak khususnya para elemen tokoh masyarakat untuk peduli dan bersama-sama menjaga lingkungannya.

"Kami akan tetap lakukan upaya-upaya penegakan hukum sesuai prosedural kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum, karena aksi tawuran ini bukan yang pertama kali," pungkasnya. (Eka)