Pomako Sempat Rusuh, Warga Tuntut 5 Miliar Akibat Pengeroyokan dan Peluru Nyasar
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bernegosiasi dengan warga yang memalang Jalan Poros Pomako, Senin (8/3/2021). Foto Salmawati Bakri/Papua60detik
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bernegosiasi dengan warga yang memalang Jalan Poros Pomako, Senin (8/3/2021). Foto Salmawati Bakri/Papua60detik

Papua60detik – Sekelompok warga akhirnya bersedia membuka palang jalan di Pomako, Distrik Mimika Timur, Senin (8/3/2021).

 Aksi palang jalan itu sebagai buntut peristiwa pada Minggu (7/3/2021). Seorang warga dikeroyok, satu lagi terkena peluru anggota TNI.

Awalnya beberapa warga di Kampung Pomako menenggak minuman beralkohol lalu memaksa menumpang di sebuah kendaraan yang melintas. Sopir menolak. Akhirnya terjadi perdebatan dan adu fisik yang mengakibatkan SM (24) salah satu warga yang mabuk babak belur.

Melihat kejadian itu, sekelompok warga berbondong-bondong mendatangi jalan Poros Pomako melakukan pemalangan.

Warga yang marah mulai membakar ban bekas dan kayu di badan jalan. Situasi sempat mereda setelah anggota kepolisian merespon ke lokasi kejadian.

Tiba tiba melintas satu truk prajurit TNI dan dihadang warga yang sudah berkerumun di jalan.Warga kemudian menyerang truk hingga terperosok. Karena kesal, oknum anggota TNI menyerang balik warga.

Anggota TNI sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Tapi satu warga berinisial AB (20) terkena tembakan.

Situasi berubah jadi mencekam. Warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian pun memutuskan mengungsi.

Hingga kini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Mimika.

Upaya negosiasi langsung dilakukan oleh Wakil Bupati didampingi Komandan Satuan (Dansat) TNI Angkatan Darat. Warga pun bersedia membuka palang.

Keluarga dan kerabat yang melakukan pemalangan menuntut pertanggungjawaban sebesar Rp5 miliar.

Sementara Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob meminta warga menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Prosesnya bukan begini, langsung palang dan tuntut bayar Rp5 miliar. Saya sudah ke rumah sakit melihat mereka (korban). Semua perawatan pemerintah akan menanggungnya. Kasus ini biar kita serahkan sesuai dengan proses hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya mengatakan, kasus yang melibatkan oknum anggota TNI ditangani oleh Pomdam XVII/Cenderawasih Subdenpom Timika.

“Kita akan selidiki siapa yang mengeluarkan itu (tembakan) untuk mengetahui yang sebenarnya,” ujarnya meyakinkan para warga. (Salmawati Bakri)