PT Freeport Tegaskan Komitmen Bantu Atasi Malaria di Mimika
Manager Community Health Development PTFI, Daniel Perwira pada Forum Kemitraan Multi Pihak yang diselenggarakan oleh Bappeda Mimika di Hotel Swiss Bell-Inn Timika, Selasa (6/6/2023). Foto: Faris/Papua60detik
Manager Community Health Development PTFI, Daniel Perwira pada Forum Kemitraan Multi Pihak yang diselenggarakan oleh Bappeda Mimika di Hotel Swiss Bell-Inn Timika, Selasa (6/6/2023). Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya membantu Pemerintah Kabupaten Mimika menekan angka kasus malaria.

Manager Community Health Development PTFI, Daniel Perwira mengaku beberapa program pencegahan sampai pengobatan malaria di PTFI telah berjalan secara rutin.

"Yang pertama adalah pencegahan berupa indoor residual spraying (penyemprotan), pengendalian vektor dan mendistribusikan kelambu kepada masyarakat bekerja sama dengan Pemkab Mimika. Kedua kontribusi obat malaria di fasilitas kesehatan, memberi pelayanan kesehatan dengan membangun Rumah Sakit Mitra Masyarakat," sebut Daniel saat menghadiri Forum Kemitraan Multi Pihak yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika di Hotel Swiss Bell-Inn Timika, Selasa (6/6/2023).

Program selanjutnya adalah promosi berupa edukasi di sekolah dan kampung serta kampanye pada Hari Malaria bermitra dengan pusat pengendalian malaria Timika.

"Kita bersama Pemkab dan YPMAK sejak tahun 2013 sudah membangun malaria center, program yang mana bapak Plt Bupati sebagai koordinatornya. Di situ Dinas Kesehatan sebagai pengelolanya sedangkan kami dari PTFI dan YPMAK mensupport logistik atau hal-hal lain," ungkapnya.

Kasus malaria di lingkungan kerja PTFI sendiri menurutnya hampir tidak ditemukan. Pasalnya PTFI telah menjalankan program pencegahan semenjak PT Freeport beroperasi khusunya di wilayah dataran rendah.

"Di Wilayahnya Freeport kasus i malaria hampir tidak ada, yang terjadi adalah waktu karyawan kami keluar dari area kerja pt Freeport Indonesia. Mungkin saat mengambil cuti atau tinggal di Timika, di situ yang ada (terinfeksi). Kalau infeksi di Kuala kencana dan area kerja PT Freeport tidak ada," katanya. (Faris)