Ratusan Anak Stunting di Kwamki Narama, Wabup Minta OPD Bertindak Bersama
Wakil Bupati, Emanuel Kemong saat memberikan sambutan di kegiatan Penilaian hasil monitoring evaluasi dalam rangka penurunan stunting, foto: Martha/Papua60detik
Wakil Bupati, Emanuel Kemong saat memberikan sambutan di kegiatan Penilaian hasil monitoring evaluasi dalam rangka penurunan stunting, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong geram atas tingginya angka status stunting di Distrik Kwamki Narama. Data Puskesmas menunjukkan ada 101 anak terkena stunting. 

Data tersebut terungkap ketika Distrik Kwamki Narama gelar rembuk stunting tahun anggaran 2025, pada Rabu (19/11/2025). 

Emanuel meminta seluruh OPD terkait dan pemerintah di Distrik Kwamki Narama segera membentuk tim khusus untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi, data yang ada berasal dari distrik di wilayah kota. Di pedalaman, bisa jadi potensinya lebih besar. 

Ia menegaskan, semua yang berkaitan dengan masalah kesehatan anak, harus segera diselesaikan. Faktanya, masih ada anak-anak di Kwamki Narama yang mengalami gizi kronis, mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Padahal selama ini, terkait intervensi stunting, sudah banyak program dan pertemuan yang dilakukan di setiap OPD, seperti Dinas Kesehatan dan lebih seringnya terjadi di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Dan pelaporan ke pusat juga menunjukkan ada penurunan persentase stunting di Mimika. 

"Kita kolaborasi. Jangan hanya data-data terus. Kita lapor ke pusat bilang terjadi penurunan, faktanya tidak juga. Saya tidak suka bermain di kata-kata. Jangan kita berbohong. Kita kasih tahu yang benar ke pusat kalau memang terjadi. Ini bicara generasi dan itu menimpa rata-rata OAP," tegasnya saat sampaikan sambutan di kegiatan Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting tahun 2025 oleh DP3AP2KB, Kamis (20/11/2025). 

Selain itu, Emanuel mengaku mendapat banyak informasi dari masyarakat terkait penyakit-penyakit yang sedang menimpa anak-anak. Mulai dari kusta hingga kaki gajah. Ia meminta lintas sektor selesaikan yang di Kwamki Narama, dan bergeser ke wilayah lain. Untuk tim yang akan dibentuk, ia meminta Dinkes dan DP3AP2KB berperan sebagai penanggung jawab. 

"Saya berharap ada kerjasama lintas sektor, OPD-OPD secepatnya menangani di Kwamki Narama. Apakah dia stunting, gizi buruk bukan soal kalau itu adalah masalah dengan kesehatan anak, harus diselesaikan," tegasnya. (Martha)