Ratusan Pelajar Amungme Kamoro SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan Tidak Lagi Aktif Sekolah

Pelajar SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan bertolak meninggalkan sekolah menggunakan bus, Rabu (21/9/2022). Foto: Amma/ Papua60detik
Pelajar SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan bertolak meninggalkan sekolah menggunakan bus, Rabu (21/9/2022). Foto: Amma/ Papua60detik


Papua60detik - Lantaran tinggal jauh dan minimnya bus antar-jemput, ratusan pelajar Amungme dan Kamoro di SMA Negeri 5 Sentra Pendidikan, Kabupaten Mimika kini tidak lagi aktif bersekolah.

Hal itu diungkap Kepala SMAN 5 Sentra Pendidikan, Johanes Napan saat ditemui awak media, Rabu (21/9/2022).

Dari total keseluruhan siswa 410, terdapat 116 yang tidak aktif dan tidak memperoleh jemputan bus lantaran telah meninggalkan asrama sejak Pandemi Covid-19. 

Sejauh ini, hanya ada dua bus yang tersedia. Namun tidak menjangkau rumah siswa yang ada di Pomako.

"Anak-anak ini kadang datang, kadang tidak datang. Dalam sebulan mungkin hanya datang satu atau dua kali saja. Memang ada dua unit bus untuk antar dan jemput, tapi tidak sampai ke alamat mereka. Bus itu hanya sampe di Timika Indah," ungkap Johanes.

"Kalau yang tinggal di arah ke Poumako bagaimana? Intinya dua bus itu tidak menjangkau sampai ke rumah-rumah siswa," ujarnya menambahkan.

Persoalan tersebut katanya telah ia sampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika hingga ke Provinsi. Hasilnya katanya, saling lempar tanggung jawab. 

"Padahal kalau mereka tinggal di asrama, mereka semua akan disiplin waktu, dan tidak akan tinggalkan sekolah. Kalau sudah begini, mereka terlambat datang sekolah, bahkan sama sekali tidak datang," kata Johanes. 

Diketahui, asrama Sentra Pendidikan sempat dipergunakan sebagai penginapan bagi atlet dan tamu PON XX. Perjanjiannya akan ada serah terima setelah pelaksanaan PON bersama KONI Provinsi, akan tetapi hal tersebut tidak terjadi hingga saat ini. 

"Saya yang tandatangan. Kini provinsi sampaikan bahwa setelah PON, semua fasilitas asrama itu akan jadi milik SMA, SMP dan SD Sentra Pendidikan, tapi sekarang tidak dilakukan serah terima itu. Kalau memang beralasan bahwa dalam asrama itu masih ada fasilitas KONI, maka silakan diambil kembali agar seluruh anak-anak kembali tempati asramanya," ujarnya. (Amma)




Bagikan :