Ratusan Warga Mengungsi Pasca Kerusuhan Dogiyai
Konferensi pers perkembangan penanganan kerusuhan yang berlangsung di Mapolres Dogiyai, Rabu (16/11/2022). Foto: Humas Polda Papua
Konferensi pers perkembangan penanganan kerusuhan yang berlangsung di Mapolres Dogiyai, Rabu (16/11/2022). Foto: Humas Polda Papua

Papua60detik – Kerusuhan di Kabupaten Dogiyai pada Sabtu (12/11/2022) kemarin mengakibatkan gelombang pengugsian. Ratusan warga mengungsi ke tempat lebih aman.

Polisi mencatat, warga pendatang sejumlah 356 orang mengungsi di tempat lebih aman di Dogiyai.  Mereka terbagi di beberapa lokasi yakni Polres Dogiyai 39 orang, Pos Raider 113 Pamrahwan Aceh 54 orang, Makoramil Monamani 120 orang, Pos Paskhas Monamani 29 orang, Kompleks Gereja GPDI 100 orang dan Kompleks Gereja GKI Koinonia 10 orang.

Sebagian lagi memilih meninggalkan Dogiyai menuju Nabire.

“Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian masyarakat pendatang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan kendaraan kurang lebih sudah sebanyak 55 kendaraan yang mengantarkan pengungsi ke Nabire semenjak pasca kejadian kerusuhan,” kata Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani pada Konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Dogiyai, Rabu (16/11/2022).

Data kepolisian, saat kerusuhan terjadi pembakaran terhadap puluhan unit bangunan antara lain, sebanyak 27 unit rumah tinggal, 51 unit kios, 9 unit rumah kos, 9 unit ruko, 11 unit truk, 20 unit sepeda motor, 1 unit  excavator dan 6 unit bangunan pemerintah.

“Yang dibakar yakni Kantor Dukcapil, Kantor Dinas Keuangan, Kantor Dinas BPMK, Kantor Dinas Inspektorat, Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor BKD,” sebutnya.

Terdapat satu korban jiwa bernama Ikbal, korban luka 7 orang termasuk 4 aparat kepolisian.

Sebanyak 11 karyawan PT FMB juga sempat dilaporkan hilang. 10 orang telah ditemukan dan dan satu pekerja bernama Joni masih dalam pencarian.

Pasca kerusuhan, pihak kepolisian telah mengambil langkah untuk perkuatan sistem pengamanan kota dalam rangka pemulihan situasi. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat, para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Kami juga sudah membuka palang di beberapa lokasi mobilisasi kendaraan jalur utama maupun jalur lingkungan dan mengamankan perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh di beberapa lokasi oleh petugas PLN,” katanya.

Faizal memastikan akan mengungkap kasus lakalantas, kasus pembakaran, penganiayaan dan pembunuhan melalui prosedur hukum yang berlaku.

Satuan Reskrim Polres Polres Dogiyai dibackup penyidik Satreskrim Polres Nabire termasuk penyidik dari Satgas Gakkum Damai Cartenz sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang sebagai saksi korban kerugian materil dan korban penganiayaan.

“Tim gabungan akan melanjutkan olah TKP di dua titik lokasi yakni lokasi pembakaran kendaraan truck dan alat berat exa di Kampung Kogegu Distrik Kamuu Selatan maupun lokasi penjarahan di Kompleks Bambu Kuning, Kampung Ekimanida Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai,” katanya. 

Kerusuhan tersebut berawal dari lakalantas pada Sabtu (12/11/2022) sekitar pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo Distrik Kamu Kabupaten Dogiyai Arah Jalan Kamuu Selatan yang mengakibatkan 1 korban anak kecil an. Noldi Goo umur 5 tahun meninggal dunia di tempat.

“Dari kejadian itu kemudian berimbas pada aksi anarkis oleh sejumlah massa yang melakukan tindakan perusakan dan pembakaran terhadap sejumlah rumah, ruko, kios, kendaraan termasuk beberapa fasilitas perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai serta tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap masyarakat,” kata Faizal. (Burhan)