Rusuh Dogiyai, Ini Penuturan Saksi dan Keluarga Korban
Abdullah Sanaki, salah satu warga Dogiyai saat transit di Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (14/11/2022). Foto: Amma/ Papua60detik
Abdullah Sanaki, salah satu warga Dogiyai saat transit di Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (14/11/2022). Foto: Amma/ Papua60detik

Papua60detik - Ratusan warga di Kabupaten Dogiyai mengungsi ke Kabupaten Nabire pasca kericuhan yang terjadi pada Sabtu (12/11/2022) kemarin.

Peristiwa tersebut menyebabkan enam bangunan Pemerintah Dogiyai dan puluhan rumah warga dibakar. 

Satu orang atas nama Ikbal ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka akibat benda tumpul pada kepala. Bahkan, masih ada beberapa warga dilaporkan hilang.

Abdullah Sanaki, paman Ikbal mengungkap kronologis kerusuhan tersebut. 

Kerusuhan itu menurutnya, buntut kasus kecelakaan yang menewaskan seorang anak berusia 5 tahun yang membuat masyarakat marah dan berbuat anarkis.

Massa kemudian menganiaya pengemudi truk berinisial KM yang diduga sebagai pelaku. Pelaku berhasil kabur dan kemudian berhasil lolos dengan kondisi babak belur.

Selanjutnya, massa melakukan aksi sweeping di setiap rumah warga untuk mencari pelaku dan melakukan pembakaran rumah penduduk di sekitar lokasi kejadian kecelakaan. 

Karena panik, almarhum Ikbal yang berada di rumahnya lalu melompat pagar. Massa pun mengejarnya lantaran mengira bahwa almarhum adalah pelaku penabrakan.

"Masyarakat mereka masuk ke rumah-rumah cari pelaku itu. Mereka juga lakukan pembakaran," ungkap Sanaki didampingi keluarga almarhum Ikbal lainnya kepada Papua60detik saat transit di Bandara Mozes Kilangin dari Kabupaten Nabire, Senin (14/11/2022)

"Iya. Anggota juga kasih keluar gas air mata untuk halau mereka. Saya berada di belakang pasar. Mereka bakar," ujar warga lainnya. 

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menyebut, juga terdapat dua korban anggota polri yang terkena panah massa saat berupaya mengamankan situasi. 

Sebanyak dua SST Polri pun diperbantukan untuk memperkuat keamanan.

"Situasi sudah kondusif. Beberapa pejabat utama Polda juga sudah berada di TKP. Masih ada lima orang dalam proses pencarian," ujarnya dalam rilis beberapa hari lalu. (Amma)