Sekelompok Warga Kembali Unjuk Rasa Desak Pergantian Nama Calon MRP Papua Selatan
Ratusan massa demonstrasi di depan Gedung Negara Pemprov Papua Selatan, Selasa (15/8/2023). Foto:Ami/ Papua60detik
Ratusan massa demonstrasi di depan Gedung Negara Pemprov Papua Selatan, Selasa (15/8/2023). Foto:Ami/ Papua60detik

Papua60detik - Ratusan masyarakat yang menamakan diri sebagai Aliansi Lembaga Masyarakat Adat Suku Kimaima Kabupaten Merauke Papua Selatan kembali melakukan unjuk rasa damai di depan Gedung Negara PemProv Papua Selatan, Selasa (15/8/2023).

Ratusan massa ini menindaklanjuti unjuk rasa pertama yang menuntut Antonius Abdullah  Wandya  dan Agustinus Basik-basik menggantikan calon anggota MRP Papua Selatan Awal Gebze dan Deki Salima yang telah ditetapkan pada Jumat 28 Juli 2023 lalu.

“Meminta Menteri Dalam Negeri untuk meninjau kembali SK Pj Gubernur PPS Nomor: 200.1/526/Tahun 2023. Kembalikan hasil Panpil Kabupaten Boven Digoel sesuai SK penetapan Pleno tanggal 17 Mei 2023,” ucap Anton Abdullah Wandya saat berujuk rasa.

Menanggapi tuntutan itu, Pj Gubernur Apolo Safanpo menegaskan, terkait nama-nama calon anggota MRP bukan keputusannya.

“Untuk wakil agama itu diutus oleh lembaga-lembaga agamanya. Apabila ada yang tidak sesuai bisa langsung menanyakan kepada lembaga agamanya,” kata Apolo. 

Ia mengaku, tuntutan massa unjuk rasa pun telah ia laporkan ke Kementerian dalam negeri. (Ami)