Seorang Warga Dibunuh di Yahukimo, OPM Akui Bertanggung Jawab
Papua60detik - Seorang warga ditemukan tergeletak di jalan dalam kondisi meninggal dunia di Dekai, Kabupaten Yahukimo Papua Pegunungan pada Kamis (30/1/2025).
Korban diketahui atas nama La Jahari ditemukan tergeletak di jalan dengan bersimbah darah sekitar pukul 17.40 WIT.
Dapat laporan warga, aparat keamanan bergegas menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Dekai.
Korban mengalami luka sobek akibat senjata tajam di bagian muka hingga hidung. Aparat menduga tindakan itu dilakukan oleh OPM Yahukimo.
"Aksi biadab dan kejam OPM ini tentu akan ditindak tegas oleh aparat keamanan dan saat ini sedang dilakukan pengejaran," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan dalam keterangannya.
Sementara Juru Bicara OPM Sebby Sambom mengaku hal tersebut perbuatan dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
Sebby mengaku telah menerima laporan Komandan Operasi Batalion Sisibia, Mayor Kempes Matuan. Katanya, Ketika melakukan operasi, mereka mendapati dua orang berboncengan dengan sepeda motor. Satu OAP seorang lagi non Papua. Seperti biasa, OPM menuding keduanya mata-mata intelijen.
"Maka, pasukan kami langsung menghentikan mereka. Saat diinterogasi agen intelijen non Papua langsung melakukan perlawanan. Maka, pasukan TPNPB langsung melakukan pembunuhan hingga tewas di tempat dan seorang lainnya melarikan diri," ujarnya dalam keterangan diterima, Jumat (31/1/2025).
Atas kejadian tersebut Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo Elkius Kobak mengaku bertanggung jawab. Kepada aparat Indonesia, ia minta tidak melakukan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil yang tak bersalah atas kejadian tersebut.
"Dan orang Papua yang sedang dibayar untuk menjadi agen intelijen yang sedang memasuki wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo kami siap eksekusi anda kapan saja dan di mana pun tempatnya kami siap eksekusi," ancamnya. (Eka)