Seorang Warga Tertembak Saat Penertiban Pendulang di Tembagapura, Polisi Bentuk Tim Penyelidikan
Penertiban camp pendulang di area tambang PT Freeport Indonesia, mile 72 Tembagapura, beberapa waktu lalu. Foto: Polsek Tembagapura
Penertiban camp pendulang di area tambang PT Freeport Indonesia, mile 72 Tembagapura, beberapa waktu lalu. Foto: Polsek Tembagapura

Papua60detik - Polres Mimika menerjunkan tim gabungan Reskrim, Propam dan Binmas  menyelidiki dugaan tertembaknya seorang non karyawan saat penertiban pendulang di area operasional PT Freeport Indonesia (PTFI), Mile 72 Tembagapura pada Sabtu (16/10/2021).

Tim gabungan tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan.

Informasi yang dihimpun, korban dilaporkan mengalami luka tembak pada pertengahan perut atau di bawah dada.

Akibat kejadian tersebut, area perusahaan di Mile 72 sempat dipalang para pendulang. Warga yang marah bahkan sempat merusak sejumlah kendaraan PTFI.

Wakapolres Mimika Kompol Sarraju mengatakan, saat penertiban, warga  pendulang melakukan perlawanan sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan sesuai SOP. 

"Masih dalam penyelidikan. Ada tim dipimpin langsung Kabag Ops sudah berada di Tembagapura. Pemalangan bagian dari reaksi, setelah dikomunikasikan langsung dibuka," ujarnya saat ditemui di kantor Pelayanan Polres Mimika Jalan Cenderawasih, Senin (18/10/2021)

"Keberadaan mereka juga, apakah dibenarkan? Hal yang dilakukan terkait penertiban, mereka melakukan perlawanan. Kalau ada hal-hal yang dianggap menyimpang, akan didalami. Namun terlalu dini untuk langsung disimpulkan. Akan dicek oleh tim di sana," ujarnya menambahkan. 

Kepada masyarakat, Sarraju mengimbau bersama-sama menjaga keamanan dan tidak terprovokasi informasi yang belum diketahui pasti kebenarannya.

Korban yang diduga terkena tembakan saat ini mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di Jakarta. Hal tersebut kata Sarraju, merupakan langkah penanganan cepat. 

"Segera mungkin dikirim ke fasilitas medis yang memadai. Prioritas jika ada yang luka, sudah dilakukan dengan kecepatan penanganan dan langkah lebih lanjut," katanya.

Ia memastikan pasca kejadian tersebut, situasi di wilayah Tembagapura mulai membaik. 

"Semua sudah berjalan, setiap hari polisi berpatroli. Kehadiran kepolisian untuk kepentingan umum. Penertiban bagian dari kegiatan satuan pengamanan Amole di areal perusahaan yang punya aturan," ujarnya. (Salmawati Bakri)