Seorang Warga Tewas Dianiaya, Kerabat Tuding Oknum TNI Pelakunya
Papua60detik - Seorang warga tewas akibat diduga dianiaya oleh oknum TNI di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Papua Tengah, Rabu (2/8/2023).
Ayah kandung korban, Yohanis Kamisopa mengaku mendapat laporan kejadian nahas itu dari tetangga. Ia pun langsung bergegas ke TKP dan terkejut melihat anaknya sudah dalam kondisi tak bernyawa.
“Saya lemas dan keringat dingin saat lihat anak saya terkapar dengan kondisi tidak bernyawa lagi. Warga sekitar sampaikan anak saya dianiaya oknum aparat. Ada lima oknum aparat di TKP, tapi warga tidak pastikan ada berapa oknum yang menganiaya,” ungkapnya.
Yohanis mengakui bahwa korban yang merupakan anaknya itu dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol bersama beberapa temannya menumpang jaringan Wifi di depan salah satu kios. Saat itu, salah seorang teman korban diduga melempar atap kios warga, sehingga menuai reaksi pemilik kios.
Tidak selang berapa lama, beberapa oknum aparat tiba di TKP setelah mendapat laporan pemilik kios dan tindak penganiayaan itu pun terjadi.
“Bukan anak saya yang lempar kios itu. Orang lain yang lempar, tapi kenapa anak saya yang dianiaya sempai tewas. Memang anak saya mabuk. Malamnya mereka kerja bongkar kapal kayu sampai jam 12.00 WIT. Nah paginya korban dengan teman-teman kerjanya itu,” ungkapnya.
Yohanis mengaku menyesal dan kecewa atas sikap dan aksi penganiayaan yang dilakukan oknum aparat tersebut. Padahal sebagai aparat harusnya bisa menasihati korban ataupun teman-teman lainnya agar tidak mengonsumsi miras dan membuat onar.
"Mereka itu aparat kemanan. Aparat keamanan itu berhak mengamankan orang, tapi bukan dengan cara menganiaya berat, apalagi sampai tewas. Apalagi ada lima orang aparat,” katanya.
Terkait peristiwa tersebut, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Dedi Dwi Cahyadi menegaskan bahwa pihak TNI akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Kami belum tahu pasti seperti apa (kejadiannya). Namun tetap kami akan lakukan penyelidikan agar semua jelas. Apabila ada oknum anggota yang terlibat, pasti akan kami tindak lanjuti sesuai SOP yang ada," ujarnya. (Amma)