Siap Pulang Kampung, Pengungsi Tembagapura Mulai Pemeriksaan Kesehatan
Pengungsi Tembagapura menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pulang ke kampung halamannya, Selasa (19/1/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Pengungsi Tembagapura menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pulang ke kampung halamannya, Selasa (19/1/2021). Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Setelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya masyarakat  tiga kampung Banti I, Banti II dan Opitawak Distik Tembagapura, Kabupaten Mimika tampaknya benar-benar akan dipulangkan.

Jika sesuai rencana, proses pemulangannya akan dimulai pada Rabu (20/1/2021).

Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan sejak Selasa (19/1/2021) di Mile 32. Dan jenis pemeriksaannya bukan rapid test antigen seperti yang disampaikan sebelumnya sebagai syarat pulang ke Tembagapura.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra menjelaskan, pemerintah hanya melakukan pemeriksaan kesehatan bukan rapid tes antigen adalah masyarakat ini bukan pelaku perjalanan antara kabupaten maupun provinsi yang wajib mengantongi hasil non reaktif rapid tes.

“Mereka kan adalah warga yang tinggal di Kabupaten Mimika. Kan tidak ada bedanya masyarakat datang dari Mapurujaya kesini dan kembali dari Timika ke Mapurujaya lagi. Jadi rapid test itu tidak perlu,” katanya.

Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan ini sangat penting mengingat akses pelayanan kesehatan di tiga kampung ini sangat terbatas.

“Yang penting saat ini ialah jangan sampai masyarakat terkena malaria, dan berhenti minum obat mulai TB hingga ARV dan jangan sampai ada kasus penyakit jantung,” terangnya.

Jika ada yang mengalami gangguan kesehatan, maka dirujuk ke Puskesmas dan Rumah Sakit dan belum diperbolehkan pulang.

Pemeriksaan kesehatan ini kata Reynold akan terus dilakukan hingga semua warga Tembagapura pulang ke kampungnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang hadir melihat jalannya pemeriksaan kesehatan mengatakan proses pemulangan sudah akan dimulai esok hari bagi masyarakat yang terdeteksi sehat.

Namun bagi yang sakit tidak akan dipulangkan dulu sampai kesehatannya membaik.

Ia mengatakan untuk pemulangannya dilakukan bertahap dan akan disesuaikan dengan kesiapan bus PT Freeport Indonesia

“Pemulangannya bertahap. Dan untuk berapa jumlah yang akan pulang besok itu tergantung kesiapan bus Freeport karena kan mereka juga harus mengantar karyawan dan kan juga tetap terapkan protokol kesehatan jadi hanya menampung 30 orang satu bus,” jelasnya.

Ia menegaskan Pemda telah menyiapkan bantuan bantuan makanan berupa beras serta beberapa sumbangan lainnya. Namun ke depannya ia berharap masyarakat tidak harus bergantung terus dengan bantuan Pemda.

“Kamu naik kami bantu makanan dan lain-lain, tapi sesudah itu jangan harap bantuan terus. Mereka harus berkebun jalankan kegiatan seperti biasa untuk menjalankan kehidupan selanjutnya seperti biasa,” pesannya. (Anti Patabang)